Breaking News:

Berita Sepak Bola

Tagar #ConteOut Jadi Trending di Twitter, Seusai Inter Milan Dipermalukan Real Madrid

Inter Milan menjadi juru kunci klasemen Grup B Liga Champions dengan koleksi hanya dua poin dari empat laga.

AFP/Ina Fassbender
Pelatih kepala Inter Milan Italia Antonio Conte berjalan melewati trofi setelah kalah dalam pertandingan final sepak bola Liga Eropa UEFA Sevilla v Inter Milan pada 21 Agustus 2020, di Cologne, Jerman barat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, ITALIA -  Inter Milan tertatih-tatih pada musim 2020-2021.

Desakan untuk memecat Antonio Conte pun menggema.

Antonio Conte menjadi pelatih Inter Milan pada 2019-2020 dan langsung menjadi runner up Serie A, di bawah Juventus.

Selisih poin Inter dengan Juventus saat itu hanya satu poin.

Baca juga: Ifan Seventeen Pilih Jadi Penyanyi Solo Ketimbang Bentuk Band Baru, Berikut Alasannya

Baca juga: Sabtu Malam, Jordan Henderson Berkesempatan Tampil Hadapi Brighton, Kapten Liverpool Sudah Sembuh

Baca juga: Tindaklanjuti Izin Kemendikbud, Ini Skema Rencana Penerapan KBM Tatap Muka di Kendal

Baca juga: Turut Berduka, Camat Jatiyoso Meninggal, DKK Karanganyar: Tidak Ada Kaitannya dengan Covid-19

I Nerazzurri pun dijagokan menjadi penantang serius scudetto pada musim selanjutnya.

Namun, Conte sejauh ini belum bisa membuat Inter Milan stabil di Liga Italia dan pentas Eropa.

Di kompetisi domestik, Inter Milan-nya Conte menduduki peringkat kelima klasemen Liga Italia dengan koleksi 15 poin dari delapan laga.

Mereka terpaut lima angka dari rival sekota AC Milan, yang berdiri kokoh di puncak klasemen.

Sementara itu, nasib Inter Milan di kompetisi Eropa lebih "ngenes" lagi.

Inter menjadi juru kunci klasemen Grup B Liga Champions dengan koleksi hanya dua poin dari empat laga.

Halaman
123
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved