Berita Jawa Tengah

Cerita Pedagang Pasar Weleri Kendal, Mustaghfirin: Tidak Ada Satupun yang Bisa Diselamatkan

Melihat kerusakan yang sangat parah pada bangunan Pasar Weleri Kendal akibat dari kebakaran, harus dibangun ulang secara menyeluruh.

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
Barang yang berhasil diselamatkan pedagang Pasar Weleri Kendal ditumpuk di bahu jalan, Jumat (13/11/2020) pagi. 

Anggaran tersebut tentunya akan sangat berat jika dibebankan ke APBD Kabupaten Kendal.

"Karena nilainya lebih dari Rp 10 miliar, kami akan ajukan bantuan ke Pemerintah Pusat agar pembangunan pasar bisa dibantu," katanya.

Sementara itu, Mustaghfirin, pedagang Pasar Weleri Kendal mengklaim mengalami kerugian yang cukup banyak.

Pasalnya tidak ada satupun barang yang dapat diselamatkan dari lapaknya.

"Saya datang pukul 21.30, api sudah membesar."

"Sudah hampir mendekati lapak saya, tapi saya tidak bisa apa-apa."

"Saya mementingkan nyawa daripada barang dagangan," kata pedagang biskuit dan pakaian itu kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (13/11/2020).

Padahal dirinya baru saja mendapatkan kiriman barang dari supplier pada Kamis (12/11/2020) siang.

Sehingga lapaknya kala itu tengah penuh dengan dagangan yang hendak dijual.

Namun malamnya ia hanya terpaku melihat dengan mata kepalanya sendiri seluruh barang dagangannya hangus terbakar.

"Jadi setiap Senin dan Kamis itu dapat kiriman barang."

"Tidak ada satupun yang bisa diselamatkan."

"Untuk jualan lagi pasti saya akan menggunakan model gali lobang tutup lobang agar roda perekonomian keluarga dapat berjalan," tambahnya.

Ia pun berharap segera dilakukan pembangunan pasar darurat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Berita Terkait :#Berita Jawa Tengah
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved