Berita Kudus
Pakai Tinta dari Jepang, Alquran Menara Akan Mulai Ditulis Hari Ini
Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) akan menulis kembali mushaf Alquran untuk mengenang jasa ulama di Kudus, mulai hari ini.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) akan menulis kembali mushaf Alquran untuk mengenang jasa ulama di Kudus, mulai hari ini, Rabu (28/10/2020)sore.
Mushaf Alquran yang akan ditulis ini dinilai unik karena akan memiliki kekayaan khas Kudus.
Pada bagian luarnya menggunakan cover bergambar menara, cover dalamnya bergambar Aryo Penangsang, sedangkan border halaman menggunakan motif ukiran khas rumah adat Kudus.
Ketua YM3SK, Em Nadjib Hassan akan membuat mushaf Alquran khas Kudus yang menjadi bagian kekayaan Islam Nusantara sehingga harus dijaga kelestariannya.
Tidak seperti terbitan Arab Saudi, mushaf Alquran yang akan diterbitkan YM3SK tersebut memiliki gaya artistik kekhasan Nusantara.
"Isinya tetap, seperti Alquran pada umumnya, tetapi font (bentuk huruf) dan artistik pada covernya akan dibuat sesuai kekhasan Kudus," ujar dia.
Baca juga: Libur Akhir Pekan Tetap Beroperasi, Berikut Jadwal Samsat Keliling di Kota Tegal Hari Ini
Baca juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Rabu 28 Oktober 2020 Rp 2.034.000 Per 2 Gram
Baca juga: Lima Pemain PSIS Semarang Usia 16 Tahun Dipanggil, Ikuti Program Garuda Select III di Sentul Bogor
Baca juga: Data Bawaslu Jateng Ada Lima Sengketa Pilkada, Heru Cahyono: Semua Selesai di Tingkat Panwascam
Untuk pertama kalinya, goresan bismillah akan diukir langsung KH M Syaroni Ahmadi menggunakan tinta yang diimpor dari Jepang.
Pihaknya memakai jasa importir dari Amerika untuk bisa mendatangkan tinta dari Negeri Sakura tersebut.
"Kami mendatangkan tintanya dari Jepang tapi pengirimannya lewat Amerika. Karena tinta ini sesuai kualitas yang dibutuhkan," ujarnya.
Dia mengatakan, keinginan awal pembuatan Alquran Mushaf Menara berawal dari ide pelestarian Mushaf Alquran Pojok Menara Kudus yang telah mendapat tanda tashih dari Lajnah Pentashih Mushaf Alquran Kementrian Agama RI sejak pada tahun 1974.
Mushaf Alquran Pojok Menara Kudus merupakan Alquran yang dicetak menggunakan sistem pojok. Alquran ini dicetak dan diterbitkan Percetakan Menara sekitar 46 tahun lalu.
"Mushaf Alquran ini merupakan peninggalan tiga ulama ahli Qur'an di Kudus. Mereka adalah Kiai Muhammad Arwani Amin, Kiai Hisyam Hayat, dan Kiai Syaroni Ahmadi," ungkapnya.
Lebih lanjut, Nadjib menuturkan Alquran Mushaf Menara merupakan salinan dari Mushaf Alquran Pojok Menara.
Pembedanya, Alquran Mushaf Menara akan dibuat sesuai nuansa khas Kudus. Tentu, tanpa meninggalkan kekhasan timur tengah yang begitu melekat pada Alquran.
Baca juga: Tetap Gelar Salat Jumat, Jemaah Masjid Menara Kudus Wajib Cuci Tangan Pakai Sabun
Baca juga: Dinporabudpar Banyumas Pastikan Tempat Wisata Perketat Protokol Kesehatan Sambut Lonjakan Wisatawan
Baca juga: Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Mudik Libur Akhir Pekan Terjadi Besok, Ini yang Mereka Siapkan
Baca juga: Mulai Besok, Pemkab Banyumas Aktifkan 4 Pos Check Point Warga Luar Daerah di Perbatasan
Streering Commite Panitia Mbabar Mushaf Menara, Abdul Jalil mengatakan, telah menyiapkan sembilan orang kaligrafer untuk menuliskan ayat suci Alquran Mushaf Menara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/mushaf-alquran-pojok-menara-kudus-akan-ditulis-ulang-menggunakan-tinta-dari-jepang.jpg)