Berita Kesehatan

Direncanakan Mulai November, PAPDI Minta Pemerintah Tak Buru-buru Lakukan Vaksinasi Covid-19

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) meminta agar pemerintah tidak tergesa-gesa melakukan vaksinasi Covid-19.

Editor: rika irawati
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) meminta agar pemerintah tidak tergesa-gesa melakukan vaksinasi Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan PAPDI dalam sebuah surat rekomendasi yang diunggah melalui Twitter resmi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Jenderal PAPDI Eka Ginanjar membenarkan surat itu. "Iya benar," kata Eka saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/10/2020).

Dalam surat rekomendasi tersebut, PAPDI mendukung segala upaya pemerintah dalam memerangi pandemi virus corona di Indonesia, termasuk program vaksinasi.

PAPDI juga berterima kasih kepada pemerintah atas pengadaan vaksin Covid-19 untuk masyarakat.

"Berterima kasih kepada pemerintah yang telah berusaha mengadakan vaksin ini untuk masyarakat, termasuk tenaga kesehatan," tulis PAPDI dalam suratnya.

Pastikan keamanan vaksin

Namun, PAPDI meminta vaksin Covid-19 yang akan digunakan harus sudah terbukti efektivitas, keamanan, dan imunogenisitasnya melalui uji klinik sesuai tahapan pengembangan vaksin baru.

Langkah tersebut dilakukan demi mencapai hasil yang baik dari program vaksinasi virus corona itu.

Untuk mencapai tujuan itu, PAPDI merekomendasikan agar pemerintah tak tergesa-gesa dalam upaya vaksinasi itu.

Sambil menunggu, pemerintah bisa terus mengingatkan kepada masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan.

Rekomendasi PB IDI

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mengeluarkan surat yang berisi sikap dan rekomendasi terhadap rencana vaksinasi Covid-19.

Dalam suratnya, salah satu poin yang disampaikan IDI adalah perlu dilakukan persiapan yang baik dalam hal pemilihan jenis vaksin yang akan disediakan.

Selain itu, perlu dipersiapkan pula untuk pelaksanaannya.

Baca juga: Hanya Dijatah 20 Persen dari Jumlah Penduduk, Indonesia Bakal Dapat Subsidi Vaksin Covid-19 dari WHO

Baca juga: WHO Pastikan, Anak Muda Sehat Baru Dapat Vaksin Covid-19 Mulai 2022

Baca juga: Bio Farma Memperkirakan Harga Vaksin Covid-19 Sinovac Sekitar Rp 200 Ribu Per Dosis

Baca juga: Segera ke Inggris dan Swiss, Menlu Retno dan Menteri BUMN Ingin Amankan Pengadaan Vaksin Covid-19

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved