Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Tekan Angka Kematian di Jateng, Ganjar Minta RS Rujukan Beri Perhatian Serius Pasien Komorbid

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta rumah sakit rujukan memberikan perhatian serius pada pasien yang memiliki penyakit penyerta.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pasien terinfeksi virus corona (Covid-19) dengan penyakit penyerta atau komorbid menyumbang sebagian besar angka kematian di Jawa Tengah.

Penyakit penyerta yang berakibat fatal terhadap pasien corona seperti diabetes, hipertensi, dan ginjal.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta rumah sakit rujukan memberikan perhatian serius pada pasien tersebut.

Hal itu penting dilakukan untuk menekan angka kematian di Jawa Tengah.

Spanduk Kotak Kosong Dicopot Warga di Kebumen, Ini Komentar Bawaslu Jateng

Gubernur Ganjar Klaim Jateng Sudah Susun Peta Bencana, Hadapi Musim Penghujan Hingga Maret 2021

Cegah Penularan Melalui Klaster Keluarga, Pemprov Jateng Sudah List Hotel Sebagai Tempat Isolasi

Ini Kejadian Pelanggaran Protokol Kesehatan, Dua Pekan Terakhir di Jateng, Kasus Terbaru di Brebes

Ganjar menerangkan, beberapa cara telah dilakukan untuk menekan angka kematian selama pandemi di provinsi ini.

"Beberapa rumah sakit sudah melakukan improvement."

"Di RSUD dr Moewardi Surakarta itu sudah bagus, maka kami minta sharing kepada yang lainnya," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (2/10/2020).

Selain itu, pihaknya juga telah membuat dua tim untuk meningkatkan angka kesembuhan sekaligus mengurangi angka kematian.

Tim tersebut ditugaskan untuk optimalisasi laboratorium dan rumah sakit.

"Untuk optimalisasi laboratorium, sekarang hasilnya sudah bagus, sudah di atas target."

"Tapi untuk menekan angka kematian, sepertinya butuh lebih ketat lagi," ujarnya.

Dia juga meminta agar warga yang memiliki komorbid diprioritaskan untuk dites virus corona dan diminta tidak keluar rumah dahulu.

Hal ini sebagai upaya perlindungan dan pencegahan yang dilakukan.

Ganjar menerangkan, mayoritas kasus meninggal di Jawa Tengah selama pandemi, didominasi pasien berusia di atas 50 tahun.

Selain itu, mereka juga memiliki komorbid.

"Mereka-mereka ini yang butuh perhatian."

"Kami juga sudah mendapat masukan dari Kemenkes untuk bisa lebih tekan, dengan treatment yang lebih baik," imbuhnya. (Mamduh Adi)

Pelaku Tipu Tetangga Desanya di Kutasari Purbalingga, Jual Dua Pohon yang Bukan Miliknya

Di Padang Golf Tapen Banjarnegara, Pelaku Ngaku Seorang Polisi, Pinjam Ponsel Lalu Dibawa Kabur

Dandim Banyumas: Kami Siap Distribusikan Lagi Jika Masih Velbed, Buat Pasien yang Dikarantina

Ini Keprihatinan Pengrajin Batik Banjarnegara di Hari Batik Nasional

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved