Teror Virus Corona
Dinkes Sleman: Ada Tiga Ponpes Dimana Santrinya Terkonfirmasi Positif Covid-19
Data Dinkes Kabupaten Sleman Yogyakarta, terdapat satu santri dari pondok pesantren di Kecamatan Ngaglik terkonfirmasi positif Covid-19.
TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Setidaknya berdasarkan data, ada tiga pondok pesantren (ponpes) di Sleman Yogyakarta yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Hal itu pun telah dibenarkan oleh Kepala Dinkes Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo.
Dia mengatakan, terdapat satu santri dari pondok pesantren di Kecamatan Ngaglik terkonfirmasi positif Covid-19.
• PSIS Semarang Makin Merugi Akibat Liga 1 Ditunda Lagi, Sudah Terlanjur DP Hotel di Bantul Yogyakarta
• Kecelakaan Maut di Dieng Wonosobo, Kabarnya Ada 4 Korban Meninggal Dunia, 15 Luka Berat
• Simulasi KBM Tatap Muka Dilanjut Pekan Depan, Gubernur Jateng: Jumlah Siswa dan Sekolah Ditambah
• Tayang Perdana 2 Oktober, Film Kisah Rumah Tangga Rizky Hanggoro dan Leony VH di Ambang Perceraian
"Iya ditemukan satu kasus," ujar Joko Hastaryo seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (30/09/2020).
Saat ini, lanjut Joko, total ada tiga pondok pesantren di Kabupaten Sleman yang santrinya positif Covid-19.
Rinciannya, dua pondok pesantren berada di Kecamatan Ngaglik dan satu di Kecamatan Prambanan.
"Tambah yang satu itu, jadi (total dari tiga ponpes) ada 48 santri yang positif Covid-19," tegasnya.
Joko menyampaikan, satu santri di pondok pesantren tersebut diketahui positif pada Senin (28/9/2020).
"Satu kasus ini pendatang juga."
"Sudah kami tracing tapi hasilnya belum keluar," urainya.
Menurutnya, saat ini masih terus dilakukan tracing terhadap kasus positif di tiga pondok pesantren tersebut.
Setidaknya ada ratusan santri yang telah dilakukan tracing.
"Yang (ponpes Ngaglik) pertama kemarin 122, positif 41 santri."
"Sampai hari ini tambah 100 lagi, sehingga total ada 222 yang sudah kami tracing, tapi hasil swab belum keluar," tuturnya.
Dia menambahkan, untuk satu pondok pesantren di Prambanan dilakukan tracing awal terhadap santri yang berada satu kamar dengan kasus positif.
Kemudian tracing dikembangkan lagi menjadi 50 santri.
"Awalnya satu kamar itu ada delapan santri, kita tracing ketemu ada lima (positif)."
"Dari lima kasus itu kita kembangkan tracing menjadi 50 orang, tapi sampai sekarang yang positif masih enam," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 47 santri dinyatakan positif Covid-19.
47 santri tersebut berasal dari dua pondok pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Sleman. (*)
Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul "48 Santri dari 3 Ponpes di Sleman Positif Covid-19"
• Tak Cuma Razia Masker, Polres Kebumen Juga Cek Isi Dompet Pengendara, Kalau Kosong Diberi Uang
• BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Bencana Hidrometeorologi, Kerap Terjadi di Musim Penghujan
• Mulai 1 Oktober, RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara Layani Pasien BPJS Kesehatan
• Kepala SDN Mangkukusuman 5 Meninggal Karena Covid-19, Dinkes Kota Tegal: Seusai dari Purwokerto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-penelitian-virus-corona.jpg)