Berita Banjarnegara

12 KK Korban Longsor di Desa Majatengah Banjarnegara Resmi Direlokasi ke Dusun Sida Makmur

Dua belas (12) keluarga terdampak longsor di Desa Majatengah, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, akhirnya menempati kampung baru.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menyerahkan secara simbolis bantuan kepada warga terdampak tanah gerak di Desa Desa Majatengah, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, Selasa (29/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Dua belas (12) keluarga terdampak longsor di Desa Majatengah, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, akhirnya menempati kampung baru yang minim potensi longsor. Mereka kini tinggal di hunian permanen yang disediakan pemerintah setelah lama berada di pengungsian.

Untuk melambungkan harapan baru yang lebih baik, mereka membentuk dukuh baru. Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang meresmikan dukuh yang diberi nama Sida Makmur itu, Selasa (29/9/2020).

Budhi pun mengucapkan selamat kepada warga yang menempati kampung baru tersebut.

"Bismillah, relokasi ini saya beri nama Dukuh Sida Makmur, mengandung makna dan doa, semoga wargaku di Dukuh Sida Makmur ini bisa hidup makmur, aman, nyaman, dan jauh dari mara bahaya dan bencana," katanya.

Korban Tanah Gerak di Desa Majatengah Bajarnegara Terima Bantuan, Rp 10 Juta untuk Warga Relokasi

Mulai Memasuki Pancaroba di Banjarnegara, Kalibening Rawan Longsor, Camat Minta Kades Lebih Waspada

Longsor Landa Belasan Desa di Banjarnegara, Seusai Diguyur Hujan Deras Selasa Malam

Budhi pun mengajak warga memulai kehidupan dengan lembaran baru yang lebih baik. Di antaranya, lewat cara menjaga lingkungan, serta merawat persaudaraan dan kedamaian.

Ujian dan bencana, katanya, tak bisa dihindari karena sudah ketetapan dari Sang Maha Pencipta.

"Kita harus yakin, ibarat anak yang naik kelas, pasti harus sanggup melewati ujian," imbuh bupati.

Kades Majatengah Sarno berterima kasih atas perhatian pemerintah dalam membangun tempat relokasi bagi keluarga terdampak bencana tanah bergerak.

Sehingga, warga tak khawatir lagi terhadap ancaman bencana ketika sedang terlelap. Pasalnya, kondisi tanah di tempat tinggal baru mereka kini relatif lebih stabil.

Kepala BPBD Kabupaten Banjarnegara Aris Sudaryanto menambahkan, dipilihnya lokasi yang diberi nama Dukuh Sida Makmur sudah melalui kajian dari tim ahli.

"Lokasi ini hasil kajian tim ahli dari BPBD Provinsi dan Kabupaten, serta ahli geologi. Insyaallah, tanah di sini aman, stabil, dan tidak bergerak," ujarnya.

Pakai Pengeras Suara, Petugas Pasar Ajibarang Ingatkan Pedagang Cek Kompor untuk Cegah Kebakaran

Viral Curhatan Keluarga di Cilacap, Kehilangan Bayi yang Dinanti 4 Tahun Setelah Lahir di Puskesmas

Sebelum Meninggal, Anggota DPRD Kota Semarang Wisnu Pujonggo Sempat Dirawat di RS Akibat Covid-19

17 Santri di Banyumas yang Sembuh dari Covid-19 Masih Jalani Karantina

Sumarto, warga relokasi, mengaku gembiran memiliki hunian baru. Apalagi, tempat tinggal yang aman dari potensi longsor ini sudah lama dinantikan.

Meski sederhana, ia merasa ada harapan baru di tempat tinggal yang sekarang.

"Sekarang, kami sudah punya rumah, jalan, dan kampung yang baru," ujarnya.

Sebelumnya, awal tahun 2020, lalu terjadi bencana pergerakan tanah di Desa Majatengah, Kecamatan Banjarmangu.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu namun 12 rumah miliki 12 kepala keluarga, rumah rusak berat.

Masyarakat terdampak telah menerima bantuan Rp 25 juta untuk relokasi, ditambah bantuan sosial (bansos) dari pemkab dan pemprov. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved