Minggu, 26 April 2026

Berita Banjarnegara

Relawan Banjarnegara Galang Donasi Ringankan Beban Petani Sayur, Begini Cara Mereka Melakukannya

Para relawan dari berbagai unsur yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid 19 Karangkobar Banjarnegara, bahu membahu untuk membantu petani.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Para relawan di Kabupaten Banjarnegara sedang bahu membahu membantu para petani sayur, Jumat (25/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Derita petani sayur karena harga hasil panennya anjlok memantik kepedulian sosial.

Para relawan dari berbagai unsur yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid 19 Karangkobar Banjarnegara, bahu membahu untuk membantu petani.

Mereka gabungan dari berbagai organisasi dan komunitas.

Sertijab Wakapolres dan Kasatlantas Polres Banjarnegara, Kapolres: Selamat dan Terima Kasih

Kota Satelit Klampok Banjarnegara Terima Program Kotaku Kementerian PUPR

Terdampak Kekeringan, BPBD Banjarnegara Droping Air Bersih di Desa Wanadri

Mulai Memasuki Pancaroba di Banjarnegara, Kalibening Rawan Longsor, Camat Minta Kades Lebih Waspada

Yakni Karya Katresnan Banjarnegara (KKB), RAPI Banjarnegara, Destana Sampang Tangguh Bencana, Banser, dan Saka Bhakti Husada.

Saat harga sayur anjlok, banyak petani yang membiarkan tanamannya membusuk di ladang.

Mereka sengaja tak memanennya lantaran tidak membuahkan hasil.

Ini adalah masa-masa sulit petani.

Bukan hanya kesehatan yang terancam karena pandemi, perekonomian mereka pun terpuruk.

Musim panen yang menjanjikan harapan, berubah jadi mimpi buruk.

Bagaimana tidak, Adi Rusprianto, koordinator relawan Satgas Penanganan Covid 19 Karangkobar mencontohkan, harga 1 kilogram kubis di tingkat petani hanya berkisar Rp 300-500.

Padahal, normalnya harga komoditas itu berkisar Rp 2000-4000 perkilogram.

Tengkulak tak berani membayar lebih karena kondisi pasar saat ini sedang tak menentu karena pandemi.

Ini yang mendorong Adi dan teman-temannya untuk meringankan beban petani.

"Mulanya kami galang dana swadaya dari relawan, kemudian dapat dukungan juga dari ASN dan masyarakat," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (25/9/2020).

Para relawan ini rela iuran untuk membantu petani, terutama petani relawan yang sama berjuang dalam misi kemanusiaan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved