Berita Purbalingga
Ini Pernyataan Sekda Purbalingga Soal Rekaman Percakapan yang Beredar di Medsos
Wahyu mengatakan, peralihan rumah dinas Sekda menjadi rumah dinas Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga sudah sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Sekda Kabupaten Purbalingga, Wahyu Kontardi meminta maaf atas beredarnya rekaman suara terkait rumah dinas di media sosial (medsos).
Wahyu mengatakan, peralihan rumah dinas Sekda menjadi rumah dinas Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga sudah sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Tidak ada campur tangan dari ketua dewan maupun dari manapun.
• IAIN Purwokerto Bangun Kampus Baru di Purbalingga, Gunakan Tanah Hibah Pemkab di Desa Karangjengkol
• Kapolda Jateng Luncurkan Tiga Inovasi Layanan Publik Polres Purbalingga
• Sekda Purbalingga Didatangi Kader PDIP, Minta Klarifikasi Soal Isi Rekaman di Medsos, Ini Hasilnya
• Atasi Kelangkaan Urea, Kementan Sarankan Petani Purbalingga Pakai Pupuk Majemuk
"Hal ini berdasarkan ketentuan PP Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administasi Pimpinan dan Anggota DPRD."
"Permendagri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah."
"Serta Perda Kabupaten Purbalingga Nomor 16 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (25/9/2020).
Menurutnya, berdasarkan esensi dari ketentuan tersebut pemda menyediakan rumah jabatan dilengkapi perlengkapan.
Serta perabot rumah tangga bagi pemangku jabatan, di antaranya adalah untuk pimpinan DPRD Kabupaten Purbalingga.
Terkait rekaman percakapan melalui telepon, dirinya dalam posisi pasif.
Pihaknya hanya ditelepon dan tidak menginginkan menelepon.
"Saya sungguh tidak menyadari kalau percakapan tersebut ternyata direkam dan disebarluaskan oleh pihak lain," ujar dia.
Beredarnya rekaman tersebut, menurut dia, menyebabkan Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga, serta elemen masyarakat merasa tidak nyaman bahkan dirugikan.
"Atas kejadian tersebut saya selaku Sekda atau kedinasan maupun sebagai pribadi menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya," paparnya.
Wahyu mengatakan, adanya rilis tersebut tidak ada polemik dan permasalahan sudah selesai.
Hal ini diharapkan seluruh elemen masyarakat Purbalingga menjadi tenang dan kembali sediakala.