Berita Jawa Tengah
Polres Semarang Miliki Unit Kerja Covid-19, Patroli Protokol Kesehatan Hingga Tingkat Kecamatan
Satuan unit tindak Covid-19 tersebut juga dilengkapi 30 armada khusus untuk melakukan patroli protokol kesehatan virus corona di Kabupaten Semarang.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Guna menekan jumlah pelanggar protokol kesehatan virus corona, Polres Semarang membentuk unit kerja lengkap penanganan Covid-19.
Kapolres Semarang, AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, unit tersebut merupakan satuan kecil bekerja sama dengan TNI, Satpol PP, dan Dinkes Kabupaten Semarang dalam operasi yustisi penegakan protokol kesehatan.
"Pada satu sisi kami menindak pelanggar dengan memberikan hukuman edukatif."
"Kami juga memberikan masker secara gratis," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (21/9/2020).
• Bruno Silva Diyakini Bisa Segera Bergabung PSIS Semarang, Liluk: Tinggal Tunggu Waktu Saja
• Belum Puas Lihat Performance Pemain PSIS Semarang, Dragan Ingin Perbanyak Internal Game
• Anak Muda Dominasi Pelanggar Protokol Kesehatan di Semarang, Hendi: Ini Jadi Catatan Tersendiri
• DPS Pilkada Serentak di Jateng Ada 15.559.287 Pemilih, Terbanyak di Kota Semarang
Menurut AKBP Gatot, satuan unit tindak Covid-19 tersebut juga dilengkapi armada khusus sebanyak 30 unit yang akan rutin melakukan patroli protokol kesehatan virus corona.
Ia menambahkan, unit tindak itu juga akan lebih intensif sampai pada tingkat kecamatan.
Terutama ketika ada warga hendak menggelar kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa seperti hajatan atau acara lainnya.
Bupati Kabupaten Semarang, Mundjirin mengapresiasi langkah Polres Semarang dalam ikut andil menekan penyebaran virus corona di Bumi Serasi.
"Adanya unit lengkap tindak Covid-19 itu satuan institusi dapat dikendalikan."
"Tetapi masih ada warga menggelar wayangan, sunatan, tanpa memperhatikan protokol kesehatan."
"Karena itu adanya unit tindak ini dapat diterapkan pada institusi lain," katanya.
Dikatakannya, hingga Senin (21/9/2020) telah ada 753 warga Kabupaten Semarang terkonfirmasi positif virus corona.
Kemudian sedang dalam perawatan 53 orang dan isolasi mandiri jumlahnya masih banyak.
Pihaknya mengungkapkan, meningkatnya kasus disinyalir karena munculnya klaster pasar karena aktivitas pedagang dari satu daerah ke daerah lain cukup tinggi.
"Kemudian klaster rumah sakit banyak yang terdeteksi."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/unit-khusus-kerja-covid-19-polres-semarang.jpg)