Breaking News:

Berita Banjarnegara

RSI Banjarnegara Buka Pos Kesehatan di Ponpes Tanbihul Ghofilin

Layaknya poliklinik pada umumnya, pos kesehatan itu pun dilengkapi fasilitas kesehatan hingga pelayanan tenaga medis, baik dokter hingga perawat.

Penulis: khoirul muzaki
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI
Sejumlah santri melintas di area pos kesehatan di Ponpes Tanbihul Ghofilin, Mantrianom, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, Sabtu (19/9/2020). Pos kesehatan ini tak hanya melayani santri dan penghuni ponpes tetapi juga masyarakat umum. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Sebuah pos kesehatan berdiri di atas kolam Pondok Pesantren (Ponpes) Tanbihul Ghofilin Banjarnegara.

Layaknya poliklinik pada umumnya, pos kesehatan itu pun dilengkapi fasilitas kesehatan hingga pelayanan tenaga medis, baik dokter hingga perawat.

Pendirian pos kesehatan di lingkungan pesantren ini atas kerjasama Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara dan pengasuh Ponpes Tanbihul Ghofilin.

Direktur RSI Banjarnegara dr Agus Ujianto mengatakan, pendirian pos kesehatan di Ponpes dalam rangka mendekatkan masyarakat, terutama santri, dengan akses layanan kesehatan.

"Ini untuk mendekatkan akses layanan kesehatan ke masyarakat dan santri," katanya, Sabtu (19/9/2020).

Amir Machmud Terpilih Lagi Jadi Ketua PWI Jateng Periode 2020-2025

Guru di Banjarnegara Memprotes Wacana Penghapusan Pelajaran Sejarah, Ini Alasannya

Viral Penggerebekan Tiga Remaja Mesum di Kandang Ayam di Wonopringgo Pekalongan, Ini Kronologinya

Keberadaan pos kesehatan di lingkungan pesantren ini, dikatakannya, membuat santri bisa mengakses layanan kesehatan lebih dekat.

Begitu pun masyarakat umum, bisa memeriksakan kesehatannya ke pusat layanan itu. Klinik ini juga menerima layanan khitan.

Pos kesehatan ini juga akan terintegrasi dengan program BPJS Kesehatan.

Ia mengatakan, keberadaan pos kesehatan tersebut juga akan berdampak positif bagi para warga pesantren. Karena dekat dengan fasilitas kesehatan, kondisi kesehatan lingkungan mestinya lebih terperhatikan.

Kesadaran untuk menjaga kesehatan lingkungan akan tumbuh. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) para santri pun diharapkan meningkat. Sehingga, santri akan lebih nyaman tinggal di lingkungan yang higienis.

"Setiap Jumat, akan ada kegiatan bersih-bersih jadi lingkungan pesantren akan higienis," katanya. (*)

Wakapolda Gadungan di Solok Ditangkap setelah Tipu Warga Rp 106,9 Juta

Pulau Jawa dan Bali Bakal Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19 Tahap Awal

Mulai Tahun Depan, Tarif Kelas di BPJS Kesehatan Dihapus

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved