Berita Banjarnegara
Wabup Banjarnegara: Pranatacara Tak Sekadar Profesi, Jadi Bagian Ikhtiar Pertahankan Budaya Jawa
Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin mengatakan, pranatacara adalah profesi yang menuntut keahlian khusus, terutama dalam penggunaan bahasa Jawa.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Melestarikan budaya Jawa bisa dilakukan dengan beragam cara, seperti menjadi pranatacara.
Masyarakat tentunya sudah tidak asing dengan istilah itu.
Dia biasa membawakan acara di even-even bernafaskan Jawa, semisal resepsi pernikahan.
Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin mengatakan, pranatacara adalah profesi yang menuntut keahlian khusus, terutama dalam penggunaan bahasa Jawa.
• Harga Sayur Makin Anjlok di Banjarnegara, Darsono Beli Satu Kilogram Kubis Cuma Rp 500
• Seusai Borong Sayuran di Petani, Marwi Budhi Sarwono Buka Lapak di Kantor Pemkab Banjarnegara
• Cerita Bripka Hartono Inisiasi Bangun TPQ di Banjarnegara, Sempat Takut Bebani Warga Karena Pandemi
• Sisi Lain Kades Viral di Banjarnegara, Tubuh Hoho Alkaf Dipenuhi Tato: Saya Lagi Puasa Daud
Karena itu, para pranatacara diharapkan benar-benar bisa menguasai dan mencerminkan nilai-nilai budaya Jawa yang adiluhung.
Menurut Wabup, di zaman maju seperti sekarang ini, budaya lokal harus terus dijaga.
Pranatacara bukan sekadar profesi, namun menjadi bagian ikhtiar dalam mempertahankan budaya Jawa agar tidak punah di tengah masyarakat.
Dia berharap para pranatacara bisa lebih kreatif dan tidak menyerah pada keadaan agar tetap eksis serta mampu menjadi agen pembangunan budaya.
"Profesi pranatacara adalah bentuk kearifan lokal di tengah masyarakat dan menjadi upaya dalam merawat serta melestarikan budaya bangsa, khususnya budaya Jawa," katanya, Jumat (11/9/2020).
Syamsudin menilai, budaya Jawa memiliki nilai-nilai yang luhur.
Orang Jawa itu 'nggoning semu', peka akan perlambangan dan simbol.
Petuah-petuah bijak dalam budaya Jawa yang penuh dengan pesan moral dan makna mendalam dapat diambil dan diterapkan di kehidupan sehari-hari.
Ketua Papanbara, Haryono Gogom menyampaikan, sarasehan bertujuan mempererat persaudaraan.
Sehingga anggota semakin profesional dalam mengampu berbagai acara-acara yang menggunakan tradisi Jawa.
Saat ini Papanbara beranggotakan 30 orang pranatacara yang berasal dari Banjarnegara, Wonosobo, dan Purbalingga.