Breaking News:

Berita Cilacap

Larung Jolen Sedekah Laut di Cilacap Digelar Sederhana, Sesaji Kepala Sapi Diganti Kepala Kambing

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi sedekah laut di Kabupaten Cilacap kali ini digelar secara sederhana.

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi sedekah laut di Kabupaten Cilacap kali ini digelar secara sederhana. Hal itu karena masih dalam masa pandemi Covid-19, dimana tidak boleh ada kerumunan massa yang besar.

Prosesi larung sesaji jolen-jolen dilakukan secara mandiri oleh masing-masing kelompok nelayan.

"Kami tetap mengadakan sedekah laut karena sudah menjadi budaya, bentuk rasa syukur melalui larung jolen," ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Sarjono, kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (11/9/2020).

Berada di Musim Trasisi, Cilacap Diperkirakan Alami Cuaca Cerah Diselingi Hujan Hingga Oktober

Delapan ASN Pemkab Cilacap Positif Corona, Saat Ini Masih Jalani Isolasi Mandiri

28 SMP dan 109 SD Bakal Jadi Pilot Project KBM Tatap Muka di Cilacap

Dukung PSCS Cilacap Jadi Tuan Rumah Liga 2, Pemkab Perbaiki Stadion Wijayakusuma

Pihaknya mengatakan, prosesi larung jolen sedekah laut sudah mendapatkan izin dari Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten setempat dengan syarat mematuhi protokol kesehatan, yaitu peserta memakai masker, jaga jarak, dan tidak berkerumun secara besar.

Para kelompok nelayan juga melarung jolen secara terpisah dan tidak berkumpul menjadi satu di Pantai Teluk Penyu sebagaimana biasanya.

"Prosesi pemberangkatannya berbeda-beda, yaitu dari lokasi masing-masing kelompok nelayan. Khusus untuk jolen dari HNSI, diberangkatkan dari Pelabuhan Samudra Cilacap," jelasnya.

Hari ini, ada sekitar 20 jolen yang dilarung secara terpisah oleh masing-masing kelompok.

Jolen-jolen itu dilarung di laut selatan, yaitu dekat wilayah Wijayakusuma, Cilacap.

Rangkaian sedekah laut ini berlangsung sejak kemarin, berupa acara nyekar. Puncaknya, larung jolen.

Mendagri Tegur 72 Kepala Daerah Pelanggar Kode Etik dan Protokol Kesehatan saat Tahapan Pilkada

Pria Asal Klaten Ini Pimpin Komplotan Polisi Gadungan dan Merampok di Medan

Tak Pakai Masker di Kabupaten Tegal, Warga Bakal Didenda Rp 10 Ribu-Rp 50 Ribu

Kali ini, sesaji yang biasanya berupa kepala sapi juga diganti kepala kambing.

"Ya memang menyesuaikan kemampuan masing-masing dan melihat situasi anggaran ditengah pandemi saat ini. Insyaallah, tahun depan mungkin sapi lagi," jelasnya.

Menurutnya, sedekah laut merupakan bentuk rasa syukur dan harapan nelayan kepada Allah dan penghuni di laut agar selamat dan memberi hasil laut berlimpah.

Salah seorang peserta, Purwatinah (50), mengaku sedikit kecewa dengan prosesi sedekah laut tahun ini yang sepi.

"Tadi, saya dari Teluk Penyu tidak ada larung. Lalu, saya pindah ke Pelabuhan Samudra ini. Sayangnya, kurang menarik karena biasanya ramai tapi ini biasa saja," kata dia.

Kendati demikian, dia mengaku bisa memahami sepinya acara lantaran digelar di tengah wabah corona. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved