Berita Jawa Tengah
Pengelola Candi Borobudur Minta Tambahan Kuota Pengunjung, Terutama Akhir Pekan
Terutama pada Sabtu dan Minggu, pengunjung Taman Wisata Candi Borobodur cukup banyak, bahkan pernah mencapai 2.477 orang.
TRIBUNBANYUMAS.COM, MAGELANG - Di masa pandemi menuju era kebiasaan baru, jumlah kunjungan ke Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, terus meningkat, terutama di akhir pekan.
Melihat data itu, pihak pengelola Taman Wisata Candi Borobudur pun berharap kuota 2.500 pengunjung pada masa adaptasi kebiasaan baru ini bisa dinaikkan.
Pasalnya, dilansir dari Kompas.com, Sabtu (5/9/2020), kunjungan wisatawan di akhir pekan hampir menyentuh batasan angka tersebut.
• Gerindra Tinggalkan Mirna Annisa, Bersama Nasdem Gabung PKB Usung Ali-Yekti di Pilkada Kendal
• Basarnas Cilacap Bantu Pencarian Korban Tenggelam di Brebes, Nyoman: Sabtu Siang Ditemukan Meninggal
• Gran Max Disambar Kereta Barang di Jerakah Semarang, Satu Penumpang Luka Parah di Bagian Kepala
• Tak Mau Jadi Pengangguran, Siswanto Coba Bikin Celengen Gipsum, Tak Disangka Laris Manis
"Dengan kuota tersebut berarti, setelah pengunjung mencapai 2.500 orang dalam satu hari."
"Pengunjung di belakangnya sudah tidak bisa masuk."
"Tentu hal ini akan membuat kecewa," kata General Manager Taman Wisata Candi Borobudur, I Gusti Putu Ngurah Sedana.
Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menambah kuota pengunjung tersebut.
Ia menyebutkan, terutama pada Sabtu dan Minggu, pengunjung cukup banyak, bahkan pernah mencapai 2.477 orang.
Menurut dia, guna mengantisipasi jika terjadi kelebihan tersebut sebaiknya kuota kunjungan ditambah.
"Jangan sampai pengunjung yang sudah jauh-jauh datang ke sini tidak bisa melihat Candi Borobudur dari dekat, tentu akan kecewa," katanya.
Selain itu, Putu juga akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB).
Agar pengunjung yang selama masa adaptasi kebiasaan baru ini hanya bisa menyaksikan dari halaman, bisa naik ke candi paling tidak sampai ke lantai tiga.
Ia menyampaikan, sudah ada SKB Menteri Pariwisata dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait protokol ksehatan di tempat-tempat wisata terbuka seperti museum dan candi.
"Oleh karena itu, kami berharap pengunjung bisa naik ke candi minimal di lantai 1, 2, dan lantai 3."
"Dimana notabene tidak ada pegangan tangan di lantai tersebut sehingga masih aman terkait dengan protokol kesehatan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/kuota-pengunjung-candi-borobudur.jpg)