Terlibat Korupsi, Komandan Militer Arab Saudi Dipecat Raja Salman

Seorang komandan militer top Arab Saudi dan anaknya dipecat Raja Salman, setelah mereka ditengarai melakukan korupsi.

Editor: rika irawati
Twitter Adel Aljubeir
Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dalam konferensi virtual G-20. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, RIYADH - Seorang komandan militer top Arab Saudi dan anaknya dipecat Raja Salman, setelah mereka ditengarai melakukan korupsi.

Keduanya adalah komandan pasukan gabungan Pangeran Fahad bin Turki dan putranya Abdulaziz bin Fahad, yang menjabat sebagai Wakil Emir Al Jouf.

Berdasarkan laporan dari media Arab Saudi, keduanya tidak hanya dipecat. Tetapi, juga masuk ke dalam penyelidikan korupsi.

Merujuk kepada dekrit Raja Salman, sejumlah pejabat dari kementerian pertahanan juga diselidiki karena melakukan perbuatan rasuah.

Mantan Presiden India Pranab Mukherjee Dilaporkan Meninggal Dunia karena Corona

Hore, Kemensos Bakal Salurkan Lagi Bantuan Sosial Tunai Rp 500 Ribu

Gubernur Ganjar Pranowo Resmikan BRT Trans Jateng Rute Purworejo-Borobudur, Gratis 9 Hari

Pangeran Fahad disebut merupakan komandan koalisi militer yang dipimpin Saudi untuk menyerang kelompok pemberontak Yaman, Houthi.

Dia digantikan oleh Mutlaq bin Salim yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala staf atas rekomendasi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Penulis sekaligus analis Saudi Ali Shihabi mengatakan, pemecatan terhadap Pangeran Fahad dan Abdulaziz adalah keseriusan Riyadh dalam menangani korupsi.

Kabar yang menimpa komandan top tersebut merupakan babak terbaru negara kaya minyak itu berusha membersihkan jajarannya dari rasuah.

Dilansir AFP Selasa (1/9/2020), Pangeran Fahad merupakan satu dari sekian banyak pejabat yang ditendang atas dugaan penyuapan di sektor pariwisata.

Pada Maret, Human Rights Watch mengaku khawatir atas kabar penangkapan 298 ofisial Saudi, di mana mereka berpotensi mendapat ketidakadilan.

Eks Kepala BPN Denpasar Bunuh Diri di Toilet saat Akan Ditahan sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi

Ini 9 Makanan yang Aman bagi Penderita Asam Lambung: Melon dan Yogurt Boleh Loh

29 Orang Tewas Tertimpa Bangunan Restoran yang Ambruk saat Menggelar Pesta Ulang Tahun Ke-80

Mereka didakwa menerima suap dan penggelapan senilai 379 juta riyal, sekitar Rp 1,4 triliun, menurut badan anti-korupsi Saudi.

Lembaga pengawas tersebut menyatakan, penangkapan itu terjadi setelah mereka menginvestigasi 674 pegawai negara, tanpa menyebutkan pelaku.

Pada 2017, sebuah kampanye anti-korupsi dilancarkan dengan ratusan pangeran, menteri, dan pengusaha ditahan di hotel mewah Ritz-Calrlton.

Kebanyakan, mereka ditahan lebih dari tiga pekan dan dibebaskan setelah mereka menyetujui untuk membayar sejumlah harta.

Operasi tersebut dipimpin oleh Putra Mahkota MBS, julukan Mohammed bin Salman, dan dipandang sebagai upaya mengukuhkan kekuasaannya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Raja Salman Pecat Komandan Top Arab Saudi karena Diduga Korupsi". 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved