Berita Regional
Mayat Anak Joko Widodo Tersangkut di Jaring Nelayan, Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara
Mayat Anak Joko Widodo Tersangkut di Jaring Nelayan, Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara
TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Joko Widodo dan anaknya merupakan satu di antara 7 wistawan yang terseret ombak Pnatai Goa Cemara, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Mayat anak Joko Widodo ditemukan tersangkut jaring nelayan. Sementara, Joko Widodo hingga saat ini masih hilang, belum ditemukan.
Diketahui, tim SAR menemukan satu dari lima korban yang hilang akibat terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
• Misteri Tengkorak Berambut Panjang di Taman Nasional Baluran, Tak Terlihat saat Kebakaran, tapi . .
• 7 Orang Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul, 2 Ditemukan Tewas
• Polemik Bantuan Pemerintah Rp600 Ribu untuk Karyawan Swasta, Tak Efektif Tak Tepat Sasaran?
• Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul Dwi Rias Pamuji mengatakan, korban yang ditemukan bernama Muhammad Zafir Zakir Alfarizi.
Jenazah anak berusia delapan tahun itu ditemukan pada Jumat (7/8/2020) sekitar 19.10 WIB.
Saat itu, jenazah korban tersangkut jaring nelayan di sekitar tambak udang dekat Pantai Pandansimo, lebih dari 2 kilometer dari lokasi kejadian.
Anggota tim SAR yang mendapat informasi dari nelayan soal penemuan mayat langsung menuju lokasi.
"Jenazah langsung dibawa ke pantai Goa Cemara," kata Dwi saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon Jumat (7/8/2020).
Muhammad Zafir Zakir Alfarizi adalah anak dari Joko Widodo (30).
Joko juga termasuk dalam korban yang hingga kini belum ditemukan.
Sebagai informasi, untuk pencarian pada hari ini, Jumat (7/8/2020), yang dimulai pada 13.00 WIB, tim SAR melibatkan 80 personel.
Pencarian berlangsung hingga sejauh 12 kilometer dari lokasi kejadian.
7 orang wisatawan terseret ombak
Peristiwa tujuh orang hilang terseret ombak itu terjadi pada Kamis (6/8/2020) sekitar 09.30 WIB.
Kala itu, lima dari tujuh orang tersebut sedang bermain bola di pinggir pantai.