Breaking News:

Liga 1

Wacana PSIS Bermarkas di Yogyakarta Mendekati Kenyataan

PSIS Semarang memiliki opsi pindah homebase ke Yogyakarta pada saat kompetisi Liga 1 2020

Editor: Rival Almanaf
KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
Pemain asing PSIS Semarang Bruno Silva melakukan aksi selebrasi bersama Hari Nur Yulianto seusai mencetak gol ketiga ke gawang Persela Lamongan pada pekan kedua Liga 1 2020 yang berakhir dengan skor 2-3 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (07/03/2020) sore. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - PSIS Semarang memiliki opsi pindah homebase ke Yogyakarta pada saat kompetisi Liga 1 2020 di gelar jika keinginan agar besaran subsidi yang sudah ditetapkan yaitu 800 juta tak mengalami perubahan.

Ya, manajemen klub kebanggan Kota Semarang ini memang berharap nilai subsidi bukan di angka 800 juta rupiah, melainkan di atas angka 1 miliar rupiah.

Alasan PSIS agar adanya kenaikan subsidi tersebut dengan dasar tak adanya pemasukan karena kompetisi akan digelar tanpa penonton.

Sehingga angka 800 juta dirasa masih belum memadai untuk membiayai kebutuhan tim.

Viral Potongan Masker di Nugget McDonalds Inggris, Seorang Anak Tersedak saat Memakannya

Video Vonis Terdakwa Penolak Jenazah di Banyumas

Usai Jalani Operasi Kedua, Ini Kata Marc Marquez Lewat Media Sosial

Ada Lebih dari 16 Ribu Kasus Gizi Buruk di Banyumas, Kader PKK Dituntut Berperan Aktif

Menurut informasi, jika PSIS memilih berhomebase di Yogyakarta, akomodasi akan ditanggung PT. Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

“Kalau nilai subsidinya hanya 800 juta rupiah tentu sangat memberatkan klub."

"Kalau memang segitu mending kami main di Yogyakarta saja semisal akomodasi juga ditanggung oleh LIB," kata CEO PSIS, Yoyok Sukawi.

Di sisi lain, wacana PSIS bermain di Yogyakarta bisa saja benar-benar terjadi, karena sebelumnya dalam acara sarasehan dengan suporter beberapa waktu lalu, manajemen PSIS juga mendapat mendapat saran agar bermain saja di Yogyakarta.

Pertimbangan saat itu adalah situasi di Kota Semarang yang masih memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), dan kekhawatiran adanya oknum suporter yang tak terkontrol, nekat datang dan masuk ke Stadion saat bermain di Semarang.

"Kemarin teman-teman suporter juga menyarankan kami main di Yogyakarta supaya lebih aman," kata Yoyok.

Pria yang mengawali karir sebagai manajer tim di PSIS ini menyebut, keinginan agar LIB menambah jumlah besaran subsidi nantinya bukan semata sebatas pemasukan tim saja, namun keperluannya untuk tambahan hak ke pemain.

Usai Jalani Operasi Kedua, Ini Kata Marc Marquez Lewat Media Sosial

Ada Lebih dari 16 Ribu Kasus Gizi Buruk di Banyumas, Kader PKK Dituntut Berperan Aktif

Bocah Bercelana SD Ditemukan Tewas di Samping Miras dengan Mulut yang Berbusa

Cair Mulai September, Insentif Dipastikan Langsung Masuk Kantong Karyawan Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

Sebab, dalam pertemuan manajemen dan perwakilan pemain beberap waktu lalu, pemain yang bertemu langsung manajemen di Semarang mendesak klub agar aturan pembayaran gaji pemain bisa minimal di atas 50 persen dari nilai kontrak awal.

"Kalau subsidi naik kami juga akan berikan ke pemain. Apalagi kemarin perwakilan pemain sudah memberi mandat ke manajemen untuk memperjuangkan hak mereka di tengah situasi seperti ini," ungkapnya.

Jika tak ada kendala, pada Jumat (7/8) besok, akan ada manager meeting 18 klub peserta dengan PT. LIB di Jakarta. PSIS menantikan keputusan terbaik dalam rapat itu.

Adapun untuk perwakilan PSIS yang alan hadir ke sana yaitu manajer tim, Imanuel Anton Nikijuluw. (Arl)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved