Berita Semarang

Tidak Dapat Kejelasan Gaji Selama Pandemi Covid-19, Buruh Pabrik di Semarang Turun ke Jalan

Ratusan buruh pabrik di Semarang yang dirumahkan menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jateng, Selasa (28/7/2020).

Editor: Rival Almanaf
Kompas.com
Ratusan buruh pabrik yang bekerja di perusahaan garmen di Semarang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (28/7/2020).(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Ratusan buruh pabrik di Semarang yang dirumahkan menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jateng, Selasa (28/7/2020).

Mereka pekerja di perusahaan garmen  meminta perlindungan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ia ingin Ganjar menjembatani konflik antara perusahaan dengan mereka yang dirumahkan.

Pasalnya pihak perusahaan tempat mereka bekerja belum juga membayarkan gaji dan pesangon terhadap karyawan yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

Cara-cara Sederhana Mencegah Penularan Virus Corona di Perkantoran

Jadwal Samsat Keliling Kota Tegal Hari Ini, Buka di Kecamatan Tegal Timur dan 3 Tempat Lainnya

Berikut Jadwal dan Syarat Pelaksanaan SKB CPNS Setelah Tertunda Akibat Pandemi

Striker Real Madrid Positif Covid-19 Sebelum Berjumpa Manchester City di Liga Champions

"Ada 300-500 karyawan lebih yang dirumahkan lebih dari dua bulan, perusahaan tidak mau memberikan gaji, tidak memberikan pesangon, atau bisa dibilang kita digantung seperti ini tanpa kejelasan," ungkap koordinator aksi Suyono saat ditemui di lokasi, Selasa (28/7/2020).

Suyono mengungkapkan, pihak perusahaan berniat akan memindahkan operasional pabriknya dari kawasan Industri Tanjung Emas Kota Semarang ke daerah Bawen, Kabupaten Semarang.

"Terus terang kami keberatan dengan keputusan itu. Kami kecewa perusahaan ingkar janji."

"Kami meminta kalau memang kami di mutasi ke Bawen, upah kami harus ngikut UMR Kota Semarang," jelasnya.

Namun, sayangnya perusahaan tidak mengabulkan permintaan para buruh, malah merumahkan mereka dengan dalih terdampak Covid-19.

"Kita itu tidak jelas statusnya. Perusahaan juga tidak mau memecat kita, dan hanya menawarkan tali asih yang tidak seberapa."

"Kita digantung statusnya, dirumahkan tapi tidak diberi pesangon," tegasnya.

Senada dengan Suyono, Suparni menyayangkan sikap perusahaan yang terkesan tidak menghargai pengabdiannya setelah sekian lama.

Siswi SMP Tawarkan Dirinya ke MiChat Hanya Demi Beli Kuota Internet

Krimonolog Punya Kiat Meredam Gengster Remaja di Kota Semarang yang Kian Marak

Tiga Hari Tidak Bisa Dihubungi, Tri Ditemukan Meninggal Dunia di Ruang Salat

Jadwal Acara TV Hari Ini Rabu 29 Juli 2020 di Trans TV, Trans 7, GTV MNCTV, RCTI, ANTV, dan Lainnya

"Saya dapat tali asih hanya Rp 4.5 juta saja padahal sudah bekerja selama 17 tahun di sana."

"Yang diberikan tidak sesuai dengan yang dijanjikan," tandasnya.

Sebagai informasi, ratusan buruh ini telah melakukan aksi unjuk rasa selama sepekan terakhir

. Mereka mendatangi kantor DPRD Kota Semarang, kantor DPRD Jawa Tengah dan kantor Gubernur Jawa Tengah. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pesangon Tak Dibayarkan, Ratusan Buruh Garmen Ngadu ke Ganjar", 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved