Berita Sragen
Terjadi Lagi, Petani di Sragen Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus
Setelah lima petani meninggal dunia awal 2020, dua pekan ini setidaknya ada dua petani yang meninggal dunia akibat tersengat listrik.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN - Jebakan listrik untuk tikus di sawah kembali memakan korban.
Setelah lima petani meninggal dunia awal 2020, dua pekan ini setidaknya ada dua petani yang meninggal dunia akibat tersengat listrik.
Paling anyar terjadi Selasa, (28/7/2020) pukul 18.30 WIB di area persawahan Dukuh Bulakrejo, Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.
Korban ialah Prapto Wiyono (66) warga Dukuh Bulakrejo RT 028, Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo.
• Berikut Nama-nama Korban yang Kebakaran di Kota Pekalongan
• PT LIB Sudah Verifikasi Stadion Citarum Sebagai Stadion PSIS Semarang, Bagaimana Hasilnya?
• Garam Kebumen Disebut Berkualitas Karena Minim Polusi
• Sembilan Orang Terjebak di Dalam Ruko yang Terbakar di Pekalongan, Satu Tidak Bisa Diselamatkan
Proses evakuasi dilakukan oleh PMI Sragen dan PSC 119 Sragen dengan protokol kesehatan masa pandemi Covid-19 yakni memakai APD level 3.
"Kami melakukan evakuasi dengan menggunakan armada ambulance Rescue Medic Alfa 02 PMI Sragen."
"Sampai di lokasi tim mengalami kesulitan untuk evakuasi korban."
"Dikarenakan akses jalan menuju ke lokasi yang sempit dan banyak warga menyaksikan," terang Wakil Ketua 1 PMI Kabupaten Sragen, Soewarno.
Sementara itu Kassubag Humas Polres Sragen AKP Harno mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menyampaikan korban diduga tersetrum rangkaian kawat beraliran listrik.
Rangkaian listrik tersebut digunakan untuk jebakan tikus dengan sumber listrik genset dengan kuat tegangan 220 volt berdaya 3.200 watt.
"Kronologis kejadian berawal saat korban keluar dari rumah untuk pergi ke sawah memasang jebakan tikus menggunakan genset sekira pukul 18.30 WIB."
"Karena ada tamu sang anak Siti Wahyuni mencari korban ke sawah dan menemukan korban dalam keadaan tergeletak di pematang sawah dan sudah meninggal dunia," terang Harno.
Melihat ayahnya sudah tergeletak, Siti berteriak minta tolong dan terdengar oleh petani yang tak jauh dari TKP dan langsung menghampiri Siti.
Petani tersebut langsung mematikan genset milik korban dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sidoharjo.
Kepolisian mengamankan barang bukti berupa satu buah genset merk General warna biru, seperangkat alat jebakan tikus yang terbuat dari kawat, pathok dan terminal listrik (kabel, stop kontak dan saklar).
Hasil pemeriksaan luar terhadap korban ditemukan luka pada telapak tangan kanan bagian kelingking ukuran 1,5 cm dan luka goresan bakar pada telapak kaki kanan bagian dekat ibu jari.
• Duduk Perkara Kasus Ponsel Black Market yang Menjerat Putra Siregar Youtuber Pemilik PS Store
• Tidak Dapat Kejelasan Gaji Selama Pandemi Covid-19, Buruh Pabrik di Semarang Turun ke Jalan
• Cara-cara Sederhana Mencegah Penularan Virus Corona di Perkantoran
• Jadwal Samsat Keliling Kota Tegal Hari Ini, Buka di Kecamatan Tegal Timur dan 3 Tempat Lainnya
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga sudah menerima atas meninggalnya korban dan keberatan untuk dilakukan otopsi," katanya.
Perangkat jebakan tikus tersebut dibuat oleh korban dengan tujuan melindungi tanaman jagung di sawah milik korban.
Sementara itu insiden serupa juga tejadi di area persawahan di Desa Bendo, Kecamatan Sukodono yang menewaskan Citro Dikromo (77) warga Dukuh Gonggangan RT 26, Desa Bendo, Kamis (23/7/2020) dini hari. (uti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/petani-sragen-tewas-tersengat-jebakan-tikus.jpg)