Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

12 Klaster BUMN Paling Terdampak Covid-19, Hanya Pupuk dan Pangan Alami Pertumbuhan Positif

12 Klaster BUMN Paling Terdampak Covid-19, Hanya Pupuk dan Pangan Alami Pertumbuhan Positif

Kompas.com/Akhdi Martin Pratama
Gedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat - Terdapat 12 kalster dalam pengelompokan jenis usaha BUMN. Dari 12 klaster, hampir semua mengalami pertumbuhan yang minus, karena dampak pandemi corona tau Covid-19. Hanya, klaster pupuk dan pangan yang mengalami pertumbuhan positif. 

"Satu-satunya sektor di BUMN yang mengalami pertumbuhan positif jika dibandingkan antara kuartal II-2019 (year-on-year) hanya pupuk dan pangan."

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 membawa dampak signifikan terhadap sebagian besar dunia usaha, tak terkecuali bagi badan usaha milik negara (BUMN).

Berikut 12 klaster BUMN yang paling terdampak pandemi corona.

Deputi Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nawal Nely mengatakan, pihaknya telah melakukan analisa dari pergerakan penjualan BUMN sepanjang kuartal II-2020. 

Diduga Ada Sengketa Bisnis Love Bird, Seorang Pria di Tegal Bunuh Pengantin Baru dan Calon Bayinya

Rokok Ilegal Senilai Rp 3,7 Miliar Dimusnahkan, Hasil Penyitaan Sebelum Masuk Tegal

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Big Sale Iduladha, PT KAI Beri Potongan Harga Tiket Hingga 25 Persen

Untuk menganalisa hal ini, Nely mengelompokkan BUMN menjadi 12 klaster.

Seluruh klaster tersebut adalah energi, pariwisata termasuk hotel dan sarana transportasi udara, infrastruktur, mineral dan batubara (minerba), logistik, keuangan, perkebunan, pertahanan, asuransi, kesehatan, telkomedia, serta pupuk dan pangan

"Satu-satunya sektor di BUMN yang mengalami pertumbuhan positif jika dibandingkan antara kuartal II-2019 (year-on-year) hanya pupuk dan pangan," ujar Nely di dalam diskusi virtual, Rabu (29/7). 

Apabila dibandingkan dengan kuartal II-2019, klaster pupuk dan pangan masih mencatat pertumbuhan positif 10%.

Sementara itu, klaster telkomedia mencatat pertumbuhan 0%, klaster energi -25%, pariwisata -75%, infrastruktur -31%, mineral dan batubara (minerba) -36%.

Lalu, logistik -40%, keuangan -7%, perkebunan -15%, pertahanan -17%, asuransi -12%, kesehatan -14%. 

Menurut Nely, pertumbuhan kinerja klaster Pupuk dan Pangan konsisten dengan pergerakan demand yang lebih terfokus pada demand dasar daripada demand tersier. 

"Sektor energi dan pariwisata, kedua sektor ini mengalami penurunan yang terbesar."

"Sebenarnya sektor energi penurunannya hanya 25%, cuma karena sektornya besar jadi dampak terhadap penurunan pendapatan juga terasa besar," kata Nely. 

Meski demikian klaster yang benar-benar merasakan dampak pandemi ini adalah klaster pariwisata dan klaster logistik.

Penjualan keduanya secara tahunan, masing-masing mengalami penurunan 75% dan 40%. (*)

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul Ini 12 klaster BUMN yang paling terdampak pandemi corona

Yuk, Intip Kekayaan Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng Dua Periode, mulai Rumah hingga Mobil Mewah

Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?

Kisah Aisyah Lumpuh Sejak Usia 4 Bulan, Hanya Berbaring di Kamar, Kulitnya Juga Mulai Mengelupas

Santri Ponpes Jadi Pahlawan Masker di Era New Normal, Impian Gus Khayat Dimulai di Banjarnegara

Editor: yayan isro roziki
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved