Berita Purworejo

Warga Desa Ngempak Purworejo Dianiaya Seusai Tuntut Transparansi Dana Desa

Seorang kepala desa diduga menganiaya warganya yang akan mengkritisi soal transparansi dana desa.

Editor: Rival Almanaf
Victory News via Serambinews.com
Ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Seorang kepala desa diduga menganiaya warganya yang akan mengkritisi soal transparansi dana desa.

Peristiwa itu terjadi di Desa Ngemplak, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Korbannya adalah pria berinisial ABP kini ia telah melaporkan penganiayaan yang diterimanya ke polisi pada Jumat (24/7/2020).

Prakiraan Cuaca di Wilayah Tegal dan Slawi Selasa 28 Juli 2020, Cerah Mendominasi.

Sinopsis Film The Frighteners Tayang Hari Selasa 28 Juli 2020 di GTV

Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Kabupaten Pekalongan, Selasa 28 Juli 2020

Jadwal Samsat Online Keliling Semarang Hari Ini, Selasa 28 Juli 2020 Buka di Simpanglima

Dia mengalami penganiayaan diduga karena mendorong transparansi penggunaan dana desa.

Korban didampingi beberapa warga lainnya pun melaporkan kasus tersebut ke Polres Purworejo setelah berkonsultasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang.

Direktur LBH Semarang Zainal Arifin mengatakan kejadian itu bermula saat Kepala Desa Ngemplak bersama sekitar delapan orang mendatangi korban dengan menggedor-gedor pintu rumahnya pada Rabu (22/7/2020) sekitar 11.00 WIB.

"Kepala desa memulai obrolan dengan nada tinggi dan ekspresi yang sangat emosional yang pada intinya menuduh ABP bersama warga lainnya berusaha manjatuhkan kepala desa," jelas Zainal dalam keterangan tertulis, Senin (27/8/2020).

Kemudian, beberapa orang yang datang bersama kepala desa memukul korban dengan kayu sepanjang 60 sentimeter.

"Tidak hanya itu, salah seorang yang diketahui sebagai perangkat desa MI juga ikut melakukan penganiayaan dengan cara menendang kepala bagian kiri korban," katanya.

Setelah mengalami penganiayaan, ABP menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Tjitrowardojo Purworejo.

ABP juga menjalani rekam medis untuk pelaporan di kepolisian.

"Sampai saat ini korban belum mengetahui secara pasti mengenai alasan kemarahan Kepala Desa Ngemplak dan rombongannya yang berujung penganiayaan terhadap dirinya."

Depresi Dipecat Karena Pandemi Covid-19, Seorang Pria Bunuh Istri dan Anaknya

Jadwal Acara TV Hari Ini Selasa 28 Juli 2020 di Trans TV, GTV, Trans 7, MNC TV, RCTI, dan Lainnya

Barcelona vs Napoli Leg Dua Liga Champion, Jelang Duel Hidup-Mati Stok Bek Blaugrana Menipis

Wakil Wali Kota Solo Purnomo Sedang Senang, Hasil Tes Swab Ketiga Negatif Covid-19

"Namun korban menduga kemarahan tersebut berkaitan dengan aktivitasnya dan warga lainnya yang sedang mendorong transparansi penggunaan dana desa," ungkap Zainal.

Korban dan warga lainnya mengaku sebelumnya telah berkirim surat kepada Bupati Purworejo untuk mengaudit Desa Ngemplak karena adanya dugaan penyalahgunaan penggunaan dana desa.

"Warga juga telah berkonsultasi dengan inspektorat terkait hal tersebut," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tanyakan Penggunaan Dana Desa, Warga Purworejo Jadi Korban Penganiayaan", 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved