Bisnis dan Keuangan
Cara Mengemas Frozen Food, Salah Satu Model Bisnis yang Omzetnya Meningkat saat Pandemi Corona
Penjualan aneka frozen food melonjak selama pandemi virus corona. Hal itu memacu industri rumahan untuk ikut serta meramaikan.
“Pernah tuh saat PSBB saya sempat tutup karena enggak ada stok. Untung hanya beberapa hari,” tutur dia.
Melihat antusias pembeli, ia pun menambah produk yang dijual.
Seperti jajanan khas Bandung, cireng, cilok, dan lainnya.
“Saat pandemi apalagi pas kemarin WFH, aktivitas ngemil pasti bertambah. Saya manfaatin itu,” ungkap dia.
Memasuki new normal, terlihat mulai ada sedikit penurunan.
Namun bila dibandingkan dengan sebelum pandemi, masih tetap naik.
“Perhatikan deh, bisnis frozen food makin menjamur. Kayanya tiap minggu, pedagang frozen food bertambah,” tutup dia. (*)
Cara Bikin Frozen Food
Membuat aneka makanan untuk dijual dalam bentuk frozen food ternyata tak jauh berbeda dari membuat makanan biasa yang langsung dikonsumsi.
Bedanya, makanan tak melalui proses pemasakan lebih dahulu alias langsung dibekukan dalam keadaan mentah atau setelah selesai diracik.
Anis Kurniawan, Executive Pastry Chef Hotel Ciputra Jakarta mencontohkan Apple Pie Non-Oven kreasinya yang bisa dijual kembali dalam bentuk frozen.
“Setelah jadi, langsung simpan di wadah kedap udara."
"Kalau mau dijual bisa saja masukkan ke plastik untuk di-vacuum,” kata Anis ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/7/2020).
Untuk Apple Pie Non-Oven, setelah isian pai matang dinginkan selama beberapa saat.
Baru bungkus dengan kulit pai yang sudah siap.