Berita Jawa Tengah
Ganjar Pilih Padmaningrum Jabat Plt Kepala Disdikbud Jateng, Berikut Setumpuk Tugas Baginya
Ganjar Pranowo menunjuk Padmaningrum sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menunjuk Padmaningrum sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng.
Padmaningrum sebelumnya menjabat Sekretaris Disdikbud Jateng.
Dia mengisi posisi yang ditinggalkan Jumeri, yang kini menjabat Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbud RI.
• Angka Kematian Akibat Covid-19 Naik Signifikan di Jateng, Ganjar Sebut Data Belum Diperbarui
• Napoli Siap Tampung Samuel Umtiti, Dilepas Barcelona Karena Makin Rentan Cedera
• Kelanjutan IBL 2020 Sudah Dipastikan, Digelar Mulai 13 Oktober di Mahaka Arena Jakarta
• Leroy Sane Berlabuh di Bayern Muenchen, Musim Depan Gunakan Nomor Punggung Milik Coutinho
"Sudah Kami tunjuk. Sekretaris Disdikbud Jateng, Padmaningrum," kata Ganjar kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (24/7/2020).
Menurutnya, ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pelaksana tugas kepala dinas.
"Tolong sekolah dikelola."
"Karena ini masih Covid-19, betul-betul diukur persiapannya."
"Apakah tatap muka di kelas, atau daring," jelasnya.
Pembelajaran daring, kata dia, sudah banyak mendapatkan komplain dari masyarakat.
Sebab, infrastruktur memang belum memenuhi untuk mendukung program ini.
"Kalau memang dalam hal infrastruktur belum bisa memenuhi, mekanismenya seperti apa."
"Kalau memang harus tatap muka, pembatasan dan protokol kesehatan harus benar-benar ketat," tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan soal integritas.
Ada beberapa keluhan masyarakat yang ditarik iuran saat masuk sekolah baru.
Ada juga yang memaksa siswa membeli seragam di sekolah.
Ganjar menegaskan hal itu tidak boleh dilakukan.
Kalau memang siswa tidak mampu, ia membolehkan siswa tersebut sekolah tanpa seragam.
"Masyarakat tanya soal itu, katanya gratis tapi ada beberapa yang dimintai bayaran."
"Makanya kami minta Plt Kepala Disdikbud Jateng untuk menertibkan."
"Kemarin ada satu yang kami temukan, kami minta mundur atau pecat."
"Kencang kalau soal ini, agar masyarakat yang dalam kondisi sulit ini bisa belajar dengan baik," ujarnya.
Ia juga meminta Padmaningrum untuk memikirkan tidak adanya fasilitas sekolah negeri di 17 kecamatan di Jawa Tengah.
Meskipun demikian, dalam waktu dekat ini akan dilakukan uji coba kelas jarak jauh di tiga kecamatan di antaranya.
"Kami minta betul-betul didampingi sehingga bisa jalan."
"Selain itu, daerah-daerah lain diharapkan semuanya ada fasilitas sekolahan," imbuhnya.
Di sisi lain, terkait pejabat definitif Kepala Disdikbud Jateng, Ganjar akan melakukan lelang jabatan seperti mekanisme perekrutan pejabat sebelumnya.
Namun, bisa saja juga menggunakan mekanisme baru.
Yakni diuji melalui talent pool yang diikuti pejabat internal.
Ada regulasi baru dimana daerah yang mampu mengelola personel bagus, bisa menggunakan talent pool.
Jawa Tengah masuk dalam kriteria tersebut.
"Tapi kami punya hak apakah talent pool atau lelang jabatan."
"Kalau memang personel di dalam tidak memenuhi yang kami inginkan, ya lakukan lelang," Ganjar menambahkan. (Mamduh Adi)
• Ignasius Jonan Jadi Komisaris Independent Unilever Indonesia, Berlaku Efektif Mulai Hari Ini
• Pelatih Persib Bandung Terkena Serangan Jantung, Ini Gejala Awal yang Dirasakan Robert Rene Alberts
• Wisata Karaoke Bandungan Semarang Sudah Dibuka Lagi
• Bapak Anak Meninggal, Satu Keluarga Terkonfirmasi Positif Corona di Bogor