Berita Kabupaten Semarang
Alvaro Curhat Keberatan Harus Beli Kuota Internet Rp 75 Ribu/Bulan agar Bisa Belajar Daring
Alvaro Seva Elraja (17) mengaku kesulitan membeli kuota internet untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: rika irawati
Laporan Wartawan Tribun Banyumas, Akbar Hari Mukti
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Alvaro Seva Elraja (17) mengaku kesulitan membeli kuota internet untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring. Selain itu, ia merasa bosan belajar di rumah.
Siswa kelas 10 SMAN 1 Ungaran ini ingin segera masuk sekolah secara tatap muka lagi.
"Untuk pemenuhan pulsa internet, tak ada tambahan uang jajan dari orangtua maupun pemeritah. Jadi, lumayan susah membelinya," jelasnya saat puncak peringatan Hari Anak Nasional Kabupaten Semarang, di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Kamis (23/7/2020).
Padahal, setiap bulan, ia mengaku menghabiskan uang Rp75 ribu. Uang tersebut untuk membeli paket kuota internet 10gb, yang digunakan untuk pembelajaran daring.
"Bagi saya, pembelajaran daring tak bisa maksimal dan kurang bisa dipahami karena bukan pembelajaran tatap muka. Kami juga harus mengolah tata bahasa pengajar. Beda jika di kelas, bisa langsung tanya jika ada yang tak saya pahami," katanya.
Selama pandemi corona ini, ia mengaku juga tak dapat belajar secara maksimal di rumah. Sebab, distribusi buku-buku dari kelas terlambat.
"Kelamaan di rumah, bosan sekali, apalagi kami butuh pendidikan untuk bekal masa depan. Takutnya nanti kurang," imbuhnya.
• Peringati Hari Anak Nasional, Forum Anak Banyumas Keluhkan Pembelajaran Daring
Dalam peringatan Hari Anak Nasional di DP3AKB Kabupaten Semarang, beberapa kegiatan digelar.
Di antaranya, belajar dan bermain bersama, sesi tanya jawab seputar permasalahan di sekolah dan rumah, serta mengikuti telekonferensi bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.
Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Romlah, mengaku memahami permasalahan seputar anak di masa pandemi corona.
Saat ini, pihaknya juga menampung segala permasalahan yang disampaikan anak-anak di Kabupaten Semarang sehingga bisa dilanjutkan ke Bupati Mundjirin.
"Pagi tadi, kami sudah menyampaikan beberapa keinginan dan aspirasi anak-anak ke Bupati," paparnya.
Ia juga meminta ke orangtua anak-anak di Kabupaten Semarang memberikan interaksi sosial yang hangat kepada anaknya.
"Karena itu pemenuhan hak dasar anak. Misalnya, melibatkan anak saat pengambilan keputusan di keluarga, dan lain-lain. Sehingga, anak anak secara psikologis tak terganggu," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/hari-anak-nasional-di-kabupaten-semarang.jpg)