Minggu, 12 April 2026

Teror Virus Corona

Berawal dari Lamaran, Sejumlah Warga di Boyolali Ini Justru Tertular Corona

Lamaran yang seharusnya berkahir bahagian kini menjadi petaka karena tamu-tamu di acara tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Editor: rika irawati
Freepik
Ilustrasi 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI - Sebelum diterapkan new normal, masih banyak masyarakat Indonesia yang nekat menyelenggarakan hajatan, semisal pernikahan.

Kini, terlebih setelah diterapkan new normal, orang-orang yang menunda rencana menggelar hajatan pun mulai pada rencana mereka semula.

Protokol kesehatan juga diatur untuk mencegah penyebaran virus corona di acara-acara seperti itu. Sayangnya, tak semua menerapkan, seperti yang terjadi di Boyolali, Jawa Tengah ini.

Warga Kabupaten Boyolali yang terkena virus Corona sudah menembus 127 kasus per Senin (20/7/2020).

Di antara seratusan lebih itu, ada satu klaster menonjol yakni akibat prosesi lamaran karena tak pakai protokoler kesehatan.

Tragedi itu terjadi di Desa Gondangslamet, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, ternyata, lamaran yang seharusnya berkahir bahagian kini menjadi petaka karena tamu-tamu di acara tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Hingga Minggu (19/7/2020) malam, jumlah kasus di klaster lamaran mencapai 20 orang.

Mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster lamaran ini merupakan kontak erat pasien TN (71).

Mereka di antarannya RI (092), IF (093), TR (094), SE (095), SO (096).

Kemudian ada pasien berinisial JO (097), FA (098), RMI (099), WS (100), YM (101), SUP (102), MO (103), RG (104), dan PR (105) .

Setelah ditracing, terdapat lima kasus baru yakni BR (120), AA (121), YF (122), SUM (123), dan BI (124).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Boyolali, Ratri S Survivalina menjelaskan, selama masa pendemi ini, klaster lamaran muncul dan menjadi rekor tambahan terbanyak di antara klaster lain.

"Ini merupakan penambahan kasus terbanyak sejak awal pandemi di Boyolali," kata dia.

Dia menjelaskan, penambahan tersebut berasal dari empat klaster penularan Covid-19, yaitu lamaran, Singkil, dan Merti.

"Klaster lamaran ada di Desa Gondangslamet, Kecamatan Ampel," jelasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul: Nestapa Lamaran di Ampel Boyolali, Bahagia Berakhir Petaka karena Puluhan Tamu Kini Positif Corona

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved