Berita Sepak Bola
PSSI Bidik Pemain Naturalisasi Jelang Piala Dunia U-20, Bek Kanan PSIS Semarang: Makin Ketat Nih
Beberapa waktu terakhir tersiar kabar PSSI sedang membidik sejumlah pemain keturunan yang saat ini berdomisili di luar negeri untuk Piala Dunia U-20.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Bek kanan PSIS Semarang, Kartika Vedhayanto Putro berpeluang berebut tempat dengan calon pemain naturalisasi untuk dapat memperkuat Timnas Indonesia U-19 di ajang Piala Dunia U-20 2021.
Ya, dalam beberapa waktu terakhir tersiar kabar jika PSSI sedang membidik sejumlah pemain keturunan yang saat ini berdomisili di luar negeri.
Itu dimaksudkan untuk disiapkan menghadapi Piala Dunia U-20.
• GM PSIS Semarang Pesimis Klub Liga 1 Bisa Penuhi Syarat Gugus Tugas Covid-19
• Stadion Citarum Dipastikan Jadi Homebase PSIS Semarang
• Bruno Silva Blak-blakan, Rutin Tiap Minggu Cukur Rambut, Ini Alasan Bomber PSIS Suka Tampil Plontos
• Oktober Dimulai Lagi, PSIS Semarang Belum Kumpulkan Pemain, Ini Alasan Manajemen
Bahkan ada dari antara mereka yang sudah dihubungi pihak PSSI untuk mengirimkan biodata dan rekaman pertandingan.
Sejumlah pemain keturunan yang kabarnya dilirik tim pelatih Timnas Indonesia, kemudian mendapat respon positif dari pemain yang dibidik.
Seperti Joe Ferguson Simatupang (Blackburn Rovers U-18), Jack Brown (Lincoln City FC U-18), Elkan Baggot (Ipswich Town U-18).
Nyoman Paul Fernando Aro (Skovde AIK U-19), dan Stefan Antonic (Kitchee FC).
Vedha, demikian sapaan Kartika Vedhayanto Putro mengatakan, ia sudah mendengar kabar terkait minat PSSI untuk menaturalisasi sejumlah pemain blasteran itu.
Menurut pemain asal Tengaran, Kabupaten Semarang kelahiran 25 Januari 2002 ini, memprediksi persaingan akan semakin ketat.
Itu jika PSSI benar-benar menerapkan program naturalisasi untuk Piala Dunia U-20.
"Persaingan di Timnas Indonesia menurut saya terutama menatap Piala Dunia lebih ketat."
"Soalnya pemain-pemain keturunan yang bermain di luar negeri, jebolan Eropa, itu juga akan dipanggil."
"Tentunya membuat persaingan ini semakin ketat."
"Sesama pemain yang main di Indonesia saja sudah ketat."
"Terus ketambahan dari pemain keturunan pastinya akan lebih ketat," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (15/7/2020).