Berita Brebes
Bupati Brebes Minta Maaf, Disemprot Ganjar dan Jadi Sorotan Gara-gara Gowes Massal dan Dangdutan
Bupati Brebes Minta Maaf, Disemprot Ganjar dan Jadi Sorotan Gara-gara Gowes Massal dan Dangdutan
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: yayan isro roziki
Bupati Brebes Idza Priyanti mendapat teguran dari Ganjar karena menghadiri acara gowes massal, bahkan turut memberikan hiburan denga menyanyi di tas panggung. Setelah disemprot Gubernur, Idza meminta maaf.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Bupati Brebes, Idza Priyanti, akhirnya meminta maaf atas keikutsertaannya dalam gowes massal dan dangdutan, yang sama sekali abai terhadap protokol Covid-19 di Kecamatan Tonjong, Minggu (12/7/2020) kemarin.
Kehadiran Idza Priyanti di acara tersebut --bahkan Idza turut menyumbangkan lagu, menyanyi di atas panggung-- membuat geram Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.
Tak hanya menuai semprotan dari Ganjar, tingkah Bupati Brebes, Idza Priyanti, juga menjadi sorotan netizen.
"Kepada Gubernur, Bupati telah menyampaikan bahwa kedepannya akan lebih selektif dan memperketat protokol kesehatan di berbagai kegiatan agar terhindar dari Covid-19," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes, Tatag Koes Adiyanto, dalam siaran tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (13/7/2020).
• Ganjar Pranowo Tegur Bupati Brebes, Gara-gara Gowes di Tonjong: Saya Lihat Videonya, Itu Bahaya
• Anggota Komisi E DPRD Jateng Meninggal, Anggota Dewan Jalani Rapid Test: Alhamdulillah Non Reaktif
• Terungkap, Ahli Epidemiologi Minta Pemerintah Hentikan Rapid Test: Gak Ada Guna, Stop Sama Sekali
• 11 Nakes dan 2 Anggota Satpol PP Banyumas Positif Covid-19, Ketahuan dari Hasil Tes Swab Massal
Seperti diketahui, Bupati hadir pada acara gowes massal yang diramaikan hiburan organ tunggal dangdut di lapangan Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Brebes, Minggu (12/7/2020) pagi.
Acara pun menyedot banyak pengunjung. Beberapa terlihat tidak memakai masker dan tidak menerapkan physical distancing atau jaga jarak satu sama lain.
Menindaklanjuti saran gubernur, Bupati juga akan melaksanakan rapid test massal di wilayah Brebes bagian selatan.
"Selanjutnya nanti dilaporkan kepada pak Gubernur dan untuk acara massal tidak diijinkan dulu," tutur Tatag meniru ucapan bupati.
Meskipun demikian, pihaknya menegaskan kehadirannya di acara tersebut untuk mengedukasi masyarakat terkait pandemi Covid-19.
Bupati juga sempat membagikan masker, tanam pohon, membagikan bansos serta donor darah.
"Kehadiran Bupati pada kegiatan tersebut justru bermaksud untuk mengedukasi masyarakat Kalijurang agar memakai masker, jaga jarak dan tingkatkan imun tubuh," ujarnya.
Karena kegiatannya positif, lanjutnya, maka bupati hadir atas undangan panitia.
"Dalam sambutannya, Bupati menganjurkan peserta agar tetap pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun."
"Namun, pada saat Bupati hendak bernyanyi dan memberikan sambutan maka Bupati menurunkan masker ke lehernya agar suaranya terdengar jelas" ucapnya.
Ditegur Ganjar via WA
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mendapat laporan bahwa Bupati Brebes, Idza Priyanti, mengikuti acara gowes massal tanpa memperhatikan protokol kesehatan, di antaranya bermasker dan jaga jarak.
Kegiatan gowes massal tersebut dilaksanakan di Kecamatan Tonjong pada Minggu (12/7/2020) kemarin.
Ganjar pun langsung menegur Bupati dan Wakil Bupati Brebes melalui pesan singkat WhatsApp terkait acara yang dihadiri ribuan orang tersebut.
"Barusan saya dilapori teman-teman di Brebes, ada masyarakat ada dari kades yang lapor saya."
"Saya lihat berita dan videonya. Itu berbahaya. Langsung WA Bupati dan Wakil-nya," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7/2020).
Ganjar pun meminta Bupati Brebes untuk tidak menggelar acara massal dulu.
Sebab, kondisi yang terjadi hari ini masih fluktuatif.
"Ini kan di Jawa masih berkembang (Covid-19). Hampir semua titik, di Jateng, Jabar, Jatim, dan DIY juga masih terjadi. Maka, ayo kita punya sense soal itu," imbuhnya.
Ganjar meminta Bupati Brebes menghentikan semua acara yang menimbulkan kerumunan massa.
Dia justru memerintahkan Bupati Brebes untuk memperbanyak aktivitas pengecekan massal, baik rapid test massal maupun PCR.
"Testing-testing massal ini sebenarnya aktivitas yang didorong. Saya minta coba lakukan tes masif dulu di seluruh wilayah Brebes agar mengetahui petanya seperti apa. Menurut saya, itu jauh lebih baik," tegasnya.
Apabila Brebes sudah melakukan tes masif seperti Kota Semarang, maka akan diketahui bagaimana kondisinya.
"Kalau mau ada event, ya dipilih mana yang hijau, kecamatan mana, desa mana, yang boleh ikut siapa, protokol kesehatannya seperti apa."
"Untuk mengetahui mana-mana daerah merah, kuning, hijau itu hanya bisa ketahuan kalau sudah dilakukan tes massal," tutupnya.
Sebelumnya, Bupati Brebes Idza Priyanti menghadiri acara gowes bersama di Kecamatan Tonjong.
Acara yang dihelat di salah satu lapangan dengan hiburan dangdut dan orgen tunggal itu dihadiri ribuan massa.
Dari foto dan video yang beredar, banyak anggota masyarakat yang tidak memakai masker.
Jarak antara anggota masyarakat juga tidak mengindahkan protokol kesehatan karena berkerumun. (*)
• Pria di Banyumas Kenalan Bilang Anggota Kopassus Berpangkat Mayor, Setelah Menikah Ngaku Tukang Jam
• Pura-pura Salat Lalu Curi Kotak Amal Musala, Pria Purbalingga Ditangkap Polisi: Dia Bawa 51 Kunci
• Kisah Fitri, Ibu Muda Cantik Juragan Ternak Sapi di Tegal, Blusukan ke Pasar Hewan Dikira SPG Rokok
• Begini Syarat Penerapan New Normal Menurut WHO dan Bappenas, Daerah Mana Sudah Siap?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/bupati-brebes-idza-priyanti-gowes-massal-dangdutan.jpg)