Teror Virus Corona
Klaster Secapa AD Bandung, 1.200 Personel Positif Covid-19, Ridwan Kamil: Ditangani Mabes TNI
Klaster Secapa AD Bandung, 1.200 Personel Positif Covid-19, Ridwan Kamil: Ditangani Mabes TNI
Hingga saat ini, terdapat 1.200 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dari klaster Secapa AD. Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menegaskan bahwa penanganan klaster Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) ditangani langsung oleh Mabes TNI.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANDUNG - 1.200 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berada di komplek Sekolah Calon Perriwa (Secapa) Angkatan Darat (AD) Bandung, terkonfirmasi positif Covid-19.
Tak ayal, Secapa AD yang berlokasi di Jalan Hegarmanah, Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Jabar.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan penanganan pasien positif Covid-19 klaster Secapa AD ini langsung diambil alih oleh Markas Besar (Mabes) TNI.
Dituturkan, hingga Jumat (10/7/2020), sekitar 1.200 orang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes swab.
• Dokter Ahmadi, Tenaga Medis Juga Pengasuh Ponpes di Kota Semarang Itu Meninggal karena Covid-19
• Sepekan Terakhir Kasus Covid-19 di Banjarnegara Melonjak, Bupati: 21 Pasien Masih dalam Perawatan
• Ombudsman Jateng Ungkap Rapid Test Jadi Lahan Bisnis untuk Keuntungan Segelintir Oknum
• Mengintip Pemilu Singapura di Tengah Pandemi Covid-19, Pemilih Gunakan Sarung Tangan Khusus
Hal itu sekaligus mengklarifikasi adanya informasi soal jumlah kasus positif Covid-19 di klaster Secapa AD Bandung yang disebut bertambah menjadi 2.000 orang.
"Berita itu belum terkonfirmasi, saya belum mengiyakan atau menidakkan."
"Contoh, di awal-awal kan laporannya 200 orang ya, maka kami sampaikan kepada masyarakat sesuai informasi."
"Hari berikutnya, setelah ada pengumuman dari pusat, diumumkannya 962."
"Itu kalau ditotal dalam tiga hari, totalnya 1.200-an," tutur Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Jalan Otista, Kota Bandung, Jumat.
Emil belum bisa memastikan penyebab penyebaran itu terjadi.
Namun, dari informasi awal yang ia terima, kasus pertama di klaster Secapa AD diduga bermula dari salah seorang penghuni asrama yang dinyatakan positif setelah beraktivitas di luar asrama saat hari libur.
"Karena ada pesiar waktu libur. Hasil lainnya saya belum dapat," ucap Emil.
Dari 1.200 orang yang positif, menurut Emil, mayoritas adalah orang tanpa gejala (OTG).
Namun 17 orang di antaranya tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-anggota-tni.jpg)