Berita Kriminal

Polisi Ungkap Sindikat Penipuan via WhatsApp, 17 Pelaku Kantongi Rp1,2 Miliar, 250 Rekening Disita

Polisi Ungkap Sindikat Penipuan via WhatsApp, 17 Pelaku Kantongi Rp1,2 Miliar, 250 Rekening Disita

Tangkapan Layar di Kanal YouTube Kompastv
Sindikat penipuan melalui media sosial WhatsApp diungkap oleh Polresta Banyuwangi. Sindikat beranggotakan 17 pelaku ini berhasil mengantongi Rp1,2 miliar yang tersebar di 250 rekening bank. 

Peretasan Whatsapp mula-mula dilakukan melalui aplikasi ilegal yang dikirim oleh pelaku. Kemudian pelaku akan meminta korban untuk mengisi data diri, di antaranya mengisi nama dan nomor Whatsapp, lalu pelaku melakukan peretasan. Selanjutnya, digunakan untuk aksi penipuan.

TRIBUNBANYUMAS.COM - Polresta Banyuwangi meng ungkap sindikat penipuan beranggotakan 17 orang, yang beroperasi secara online via WhatsApp (WA).

Dalam perkara ini, polisi berhasil menangkap 3 orang pelaku, serta 14 lainnya masih buron.

Selama beraksi, sindikat ini telah berhasil mengantongi Rp1,2 miliar, yang tersebar di 150 rekening yang saat ini sudah disita polisi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Asmara Syarifudin menyebut, penangkapan tersangka penipuan secara online ini berdasar 16 laporan korban.

Dari laporan tersebut, ada 17 orang yang dinyatakan sebagai tersangka tersebar di 13 daerah di Indonesia.

Di mana tiga tersangka telah diamankan oleh pihak Polresta Banyuwangi, sementara 14 lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Adapun aksi penipuan dilakukan dengan cara meretas aplikasi Whatsapp korban.

Pelaku meminta korban untuk mengikuti petunjuk yang dikirimkan melalui pesan singkat (SMS).

"Pelaku meretas Whatsapp korban dengan mengirimkan SMS, kemudian SMS tersebut diikuti oleh korban, dengan petunjuk yang ada," ungkap Kombes Asmara Syarifudin dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kompastv, Senin (6/7/2020).

Kombes Asmara Syarifudin menjelaskan, peretasan Whatsapp mula-mula dilakukan melalui aplikasi ilegal yang dikirim oleh pelaku.

Kemudian pelaku akan meminta korban untuk mengisi data diri, di antaranya mengisi nama dan nomor Whatsapp, lalu pelaku melakukan peretasan.

Saat Whatsapp diretas, kontak yang ada di ponsel korban juga dapat dilihat oleh pelaku.

Selain itu, meskipun telah diretas, korban masih bisa mengakses Whatsapp dan tidak melihat tanda-tanda adanya peretasan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Terkait :#Berita Kriminal
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved