Berita Kendal
Pasien Positif Covid-19 Tembus 66 Orang, Dinkes Kendal Waspadai Penularan Transmisi Lokal
Jumlah pasien positif covid-19 di Kabupaten Kendal mengalami kenaikan pesat.
Penulis: Saiful Masum | Editor: Rival Almanaf
Dinas Kesehatan pun mengimbau agar masyarakat Kendal lebih waspada serta mematuhi kebutuhan pencegahan seperti pakai masker dan cuci tangan.
Hal tersebut ditegaskan guna menekan laju perkembangan pasien positif lantaran bahaya virus covid-19 sudah menyebar di penjuru Kendal.
"Jadi jaga jarak, memakai masker dan hindari jabat tangan sangat diperlukan dan itu butuh kesadaran semua masyarakat agar pasien Covid-19 ini tidak terus bertambah," tegasnya.
Berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Kendal, Kecamatan Kaliwungu menjadi daerah dengan kasus positif terbanyak 11 orang.
Untuk Kecamatan Brangsong 8 orang, Kaliwungu Selatan 7 orang, Kecamatan Kangkung dan Kota Kendal masing-masing 4 orang.
Selebihnya tersebar di beberapa kecamatan lain dengan jumlah kasus berkisar 1 orang hingga 3 orang.
Dari total 66 pasien positif covid-19 terdata, 44 orang di antaranya masih dalam perawatan, 3 orang dinyatakan meninggal dan sisanya berhasil disembuhkan.
"Karena yang perlu diwaspadai tidak hanya mereka yang positif. Bahkan yang berstatus PDP atau ODP kini segera kami tangani. Karena ada satu kasus ODP meninggal. Setelah hasil swabnya keluar, ternyata positif Covid-19. Kami juga dapat bantuan tim dari Pemerintah Provinsi Jateng guna menggencarkan kontak tracing," tuturnya.
Guna mempercepat penanganan covid-19, Pemerintah Kabupaten Kendal tengah memesan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) guna mendeteksi kasus positif covid-19.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Moh Toha, PCR sendiri saat ini telah dilakukan pemesanan oleh Dinkes Kendal dan direncanakan datang pekan depan.
• Ini 5 Fitur Baru WhatsApp, Apa Saja? Simak Rincian Berikut Ini
• Per Vaksin Covid-19 Seharga Rp75.000, Butuh 26,4 Triliun Rupiah Produksi Massal Antivirus Corona
• Duel Adu Kesaktian Berujung Maut, Satu Tewas Tertusuk, Berawal dari Cekcok di Warung Kopi
• Eks Pemain Asing Persipura Jayapura Dikira Anggota OPM, Sempat Terlibat Adu Fisik dengan Polisi
Kata Toha, alat tersebut akan dimaksimalkan untuk mengetes warga Kendal yang disinyalir melakukan kontak langsung dengan pasien positif covid-19.
"PCR atau alat tes swab ini nantinya bisa untuk ruangan khusus atau dalam paket kendaraan. Para petugas dapat mengetes warga langsung di suatu klaster atau daerah yang rawan penularan. Jadi yang kontak langsung dengan pasien langsung dites swab, tidak lagi rapid test," jelasnya
Ia berharap, dengan datangnya alat tersebut dapat membantu tim gugus untuk melakukan tracing menyeluruh guna menekan pertumbuhan kasus pasien positif corona di Kabupaten Kendal agar dari zona merah.
"Jadi nanti pennaganan bisa lebih cepat, penularan juga bisa diminimalisir karena bisa diidentifikasi lebih dini," harapnya. (Sam)