Berita Banyumas
Bupati Banyumas: Jangan Perempuan Saja yang Jadi Objek, Pria Juga Harus Mau KB
Harganas dimaksudkan mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2020, DPPKBP3A Kabupaten Banyumas manangani pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak kepada 5.732 akseptor.
Kegiatan tersebut untuk mendukung pelayanan satu juta akseptor dalam peringatan Harganas di tingkat nasional.
Harganas dimaksudkan mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.
• Tes Swab Massal Sudah Dimulai, Setiap Hari 200 Sampel Secara Acak di Banyumas
• Setiap Malam Sabtu dan Minggu, Tim Gabungan Razia Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan di Banyumas
• Waspada Baby Boom di Sumpiuh Banyumas, Libatkan Pramuka Masifkan Sejuta Akseptor KB
• Ini Dasar Pertimbangan Achmad Husein, Masa Darurat Covid-19 Masih Sebulan Lagi di Banyumas
Hal itu disampaikan Bupati Banyumas, Achmad Husein di Pendopo Sipanji, Purwokerto, Rabu (1/7/2020).
Dampak dari pandemi virus corona tidak hanya berimbas pada masalah kesehatan, namun telah merambah pada hampir semua sektor kehidupan.
Termasuk pelaksanaan program keluarga berencana (KB).
Diindikasikan pada saat ini ada pengguna kontrasepsi tidak yang drop out karena ada ketakutan dalam pelayanan KB.
Oleh karena itu, pelayanan KB serentak ini menjadi strategis karena dapat meningkatkan akses pelayanan KB yang berkualitas.
Meningkatkan komitmen pemerintah pusat, daerah serta mitra kerja tentang program keluarga berencana.
Serta tercapainya kinerja program bangga kencana (program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana).
Pria Juga Ikut KB
Bupati Banyumas berharap, itu bukan sekadar seremonial, tetapi juga mengajak kepada semua pihak untuk bisa menjadi pelopor dan pendorong.
Tentunya bagi masyarakat tetap melakukan KB untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera.
"Kami juga meminta kepada DPPKBP3A dan petugas KB untuk memberi pengertian kepada para pria agar mau ber KB."
"Jangan perempuan saja yang jadi obyek."