Wakapolres Karanganyar Diserang
Wakapolres Karanganyar Diserang Jaringan Bom Thamrin, Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Riau
Pascaaksi Penyeragan Wakapolres Karanganyar, Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di kampar Riau
"Mereka pendatang dan tidak terdata di sini. Kami tidak tahu mereka berasal dari mana."
"Tapi, kata warga ada salah satu dari terduga yang bisa bahasa sini, bahasa Ocu Kampar."
"Entah itu warga Kampar atau tidak kami kurang jelas," sebut Azhari.
Sel teroris tak putus begitu saja
sebelumnya diberitakan, Karyono Widodo (47), pelaku penyerangan Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni, ternyata terlibat dalam rencana aksi terorisme bom Thamrin, di Jakarta pada 2016 lalu.
Ia juga terlibat dalam jaringan teroris kelompok Ciamis atas pencarian senjata rakitan di Pulau Sumatra.
Atas keterlibatannya dalam jaringan teroris itu, Widodo sempat mendekam di Rutan Mako Brimob dan terakhir di Lapas Kelas IIB Way Kanan, Lampung.
Dari Lapas Way Kanan, Widodo keluar pada pertengahan 2019 lalu.
"Pelaku baru keluar dari Lapas Way Kanan pada 8 Juli 2019," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto dalam keterangannya, Senin (22/6/2020).
Sementara, terkait aksi penyerangan yang dilakukan pelaku pada Wakapolres Karanganyar, kata Wihastono, saat ini tengah dilakukan penyelidikan oleh Densus 88 Anti-teror.
"Masalah itu sedang dilidik Densus 88," kata Wihastono.
Atas aksi penyerangan tersebut, pelaku berhasil dilumpuhkan oleh polisi dengan tembakan tiga kali ke kaki pelaku.
"Pelaku ini dibawa ke Puskesmas terdekat, namun mungkin karena kehabisan darah sampai di Puskesmas dinyatakan meninggal dunia," ujar Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.
Jenazah pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Semarang. Pihak keluarga pun telah menyerahkan sepenuhanya kepada pihak kepolisian terkait pemakamannya.
"Pelaku dimakamkan di pemakaman Kedungmundu," kata dia.
Menanggpai aksi penyerangan terhadap Wakapolres Karanganyar tersebut, Ketua FKPT Jateng, Prof. Dr. Syamsul Ma'arif, menyatakan aksi ini tak mungkin berdiri sendiri, pasti ada keterhubungan dan keterkaitan dengan jaringan.