Berita Tegal
Kabupaten Tegal Berencana Buka Sekolah SD dan SMP, Sehari Masuk Sehari Libur
Kabupaten Tegal berencana akan membuka kembali sekolah di wilayahnya saat menerapkan New Normal.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Kabupaten Tegal berencana akan membuka kembali sekolah di wilayahnya saat menerapkan New Normal.
Kepala Dikbud Kabupaten Tegal, Akhmad Wasari, mengaku sudah menyiapkan regulasinya.
Ia tinggal menunggu apakah disetuji atau tidak oleh Bupati Tegal, Umi Azizah.
Ketika sudah mendapat lampu hijau dari Bupati, maka pihaknya akan melaksanakan rencana simulasi pembelajaran siswa di era New Normal.
Adapun rencananya, simulasi tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 15 - 20 Juni 2020 (Senin - Jumat).
• Masjid Agung Baitussalam Purwokerto Gelar Shalat Jumat, Terbatas Hanya 150 Jamaah Warga Sekitar
• Video 41 Napi Bandar Narkoba Dipindahkan ke Lapas SMS Nusakambangan
• Lee Min Ho Cakep Banget Sih Gila, Celetuk Nagita Slavina Respon Komentar Aurel Hermansyah
• Komisioner Bawaslu Banjarnegara Reaktif Virus Corona Sepulang dari Semarang
Di 54 Sekolah Dasar (SD) dan 10 SMP yang tersebar di 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tegal.
"Nantinya kalau simulasi ini diizinkan oleh Bupati, maka regulasinya siswa masuk sekolah seperti biasa pukul 07.00 WIB."
"Tapi tidak ada jam istirahat dan pukul 10.20 WIB pembelajaran selesai siswa boleh pulang."
"Selain itu per mata pelajaran hanya sekitar 20 menit untuk SD, dan 25 menit untuk SMP. Jadi sudah benar-benar disesuaikan sedemikian rupa," jelas Wasari, saat ditemui Tribunjateng.com di Kantornya, Jumat (5/6/2020).
Tidak hanya dari segi jam pelajaran yang dikurangi, tapi jumlah siswa yang mengikuti kelas pun diatur supaya tidak menumpuk di hari yang sama.
Wasari menjelaskan, semisal di satu sekolah jumlah siswanya ada 30 anak dalam kelas. Maka supaya Physical Distancing tetap bisa dilakukan, pola nya dibagi menjadi dua kelas.
Jadi 15 anak katakan berangkat hari Senin, nanti sisanya 15 siswa lagi berangkat pada hari berikutnya.
Tapi nantinya tetap diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah, terutama ketika libur. Jadi ditekankan, sistemnya sehari masuk, sehari tidak, jadi seminggu siswa masuk tiga kali.
"Jadi katakan satu kelas ada 30 siswa, dibagi menjadi dua Shift. Nantinya setelah kegiatan belajar mengajar, guru akan memberikan tugas mandiri kepada 15 siswa yang besoknya libur untuk dikerjakan di rumah. Sedangkan 15 sisanya berangkat sekolah," ujarnya.
Wasari menegaskan, simulasi ini sistemnya tidak memaksa, jadi siapa saja siswa yang siap dan orangtuanya mengizinkan ya silahkan berangkat.
Tapi bagi mereka yang masih khawatir tidak usah berangkat tidak masalah.
Termasuk siswa yang sedang sakit, dan siswa yang berasal dari zona merah penyebaran covid-19 tidak usah berangkat juga diperbolehkan. Jadi rencana simulasi ini sangat elastis.
Maka, jika simulasi pembelajaran ini berhasil, Wasari mengatakan, pihaknya ingin menetapkan sistem tersebut pada saat tahun ajaran baru nanti.
"Masyarakat harus paham, ini merupakan bentuk simulasi untuk penerapan nanti."
"Maka, ketika selama lima hari berjalan dengan efektif, anak dan sekolah bisa memenuhi protokol kesehatan, mungkin saja pada tanggal 13 Juli 2020 (saat tahun ajaran baru) sistem ini bisa dilaksanakan. Tapi ini masih mungkin, bergantung hasil evaluasinya seperti apa," jelasnya.
Dikatakan dari jumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tegal yaitu sebanyak 701 sekolah, hanya dipilih 54 sekolah atau sekitar 7,7 persen yang akan melakukan simulasi pembelajaran.
Sedangkan untuk SMP dari jumlah keseluruhan sebanyak 113 sekolah, hanya dipilih 10 sekolah saja atau sekitar 8,8 persen.
"Untuk SD atau SMP yang ingin melakukan simulasi, kami kembalikan ke koordinator Dikbud wilayah kecamatan masing-masing. Sekiranya mana yang memungkinkan bisa melaksanakan simulasi tersebut."
"Sehingga katakan dalam satu kecamatan ada yang mengajukan satu sekolah, dua, dan yang paling banyak empat. Dan simulasi ini khsus untuk sekolah negeri," paparnya.
• Kekeyi Minta Jangan Diganggu Dahulu, Youtube Hapus Video Klip Keke Bukan Boneka
• Gaji PNS, ASN, TNI, Polri, dan Karyawan Swasta Akan Semakin Banyak Potongan, Simak Daftarnya
• Eko Patrio Mudah Menangis, Tiap Memikirkan Syawal Adrevi Putra, Sudah Tak Bertemu Lima Bulan
• Ibu Tiga Anak Pencuri Sawit untuk Beli Beras Kini Ditawari Pekerjaan Oleh PTPN V
Wasari menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan pranatanya. Tapi keputusan kembali lagi ada pada Bupati, ketika Bupati menyetujui simulasi ini ya pihaknya siap melaksanakan.
Tapi kalau ternyata Bupati masih keberatan, pihaknya akan menyampaikan ke jajarannya kalau simulasi dipending dulu sampai waktu yang ditentukan nanti.
"Intinya kalau Bupati dan wakil Bupati memberikan lampu hijau untuk lanjut, maka kami akan lanjut. Namun kalau mungkin dari usulan masyarakat ada yang belum menerima ya dipending dulu."
"Terpenting pranatanya sudah kami siapkan, jadi ketika kapan saatnya nanti ada Edaran Bupati semua sekolah buka dan tetap menggunakan protokol kesehatan, kami sudah siap melaksanakan," tegasnya. (dta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/siswa-sekolah-dasar-di-natuna-kepulauan-riau.jpg)