Berita Regional

Anak Diterkam Buaya di Hadapan Sang Ayah, Ditemukan Melintang 8 Jam Kemudian, Begini Kondisinya

Anak Diterkam Buaya di Hadapan Sang Ayah, Ditemukan Melintang 8 Jam Kemudian, Begini Kondisinya

Ilustrasi/net
Ilustrasi Buaya - Seorang anak diterkam dan diseret buaya di hadapan ayah dan saudaranya saat menyebrangi sungai. 

"Petugas harus memberikan tembakan kearah badan buaya sebanyak dua kali dan akhirnya buaya melepaskan korban lalu melarikan diri, selanjutnya Tim SAR mengevakuasi korban."

TRIBUNBANYUMAS.COM, PALEMBANG - Seorang anak laki-laki, diterkam buaya di hadapan ayah dan saudaranya.

Jasadnya ditemukan delapan jam kemudian, melintang di mulut buaya yang menerkamnya.

Peristiwa naas ini terjadi di Sungai Bungin, perairan Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Peristiwa itu terjadi pukul 08.00 WIB Rabu (3/6/2020), saat Asidin (58) dan kedua anaknya menyeberangi perairan Sungsang yang dikenal masih menjadi habitat buaya untuk mengambil pohon nipah.

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Viral, Marinir Adu Mulut dengan Warga yang Ngeyel Tak Mau Pakai Masker, Begini Akhir Kisahnya . . .

Detik-detik Memilukan Ayah Bakar Anak Kandung hingga Tewas di Temanggung: Ngeyel Ae, Tak Obong Kowe

Janda Cantik Tiongkok Dibunuh Putri Kandungnya, Pelaku Diduga Depresi karena Perceraian Orangtua

Setelah dirasa cukup ketiganya memutuskan pulang.

Kemudian saat bersiap untuk pulang dan sudah berada di atas perahu, kaki salah seorang anak Asidin, yakni Joni (30), diterkam dan ditarik buaya.

Sontak Joni berteriak meminta tolong tetapi terus ditarik buaya ke dalam sungai.

Asidin langsung melompat ke sungai berupaya menyelamatkan anaknya, namun usahanya tidak membuahkan hasil.

Karena gagal menyelamatkan putranya, Asidin segera meminta bantuan masyarakat setempat serta diteruskan ke aparat keamanan.

Tim SAR terdiri dari personel Posmat TNI AL Sungsang dan Pos Polisi Perairan dan Udara Sungsang lalu bergerak menuju perairan Sungai Bungin pukul 14.00 WIB untuk membantu warga mencari jasad Joni.

Barulah setelah dicari selama delapan jam, pukul 21.30 tim SAR dan warga menemukan buaya yang dicari-cari sedang menggigit tubuh Joni dengan posisi melintang, tim sempat kesulitan mengevakuasi Joni karena buaya itu melawan.

"Petugas harus memberikan tembakan kearah badan buaya sebanyak dua kali dan akhirnya buaya melepaskan korban lalu melarikan diri, selanjutnya Tim SAR mengevakuasi korban," kata Komandan Pos Polisi Perairan dan Udara Sungsang, Brigadir Teguh Hari Susanto.

Korban yang sudah meninggal dunia segera dibawa ke rumah duka dan warga diingatkan agar waspada saat beraktivitas di sungai mengingat sudah cukup sering kejadian serupa terjadi.

Sebelumnya seorang warga di kecamatan yang sama tewas mengenaskan karena dimangsa buaya pada 9 Desember 2020.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved