Selasa, 9 Juni 2026

Berita Viral

Video Pidato Presiden Soeharto Tahun 1995 Viral, Ramalkan Kondisi Tahun 2020

Sebuah video pidato Presiden kedua RI Soeharto 25 tahun silam sedang menjadi perbincangan.

Tayang:
Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Presiden Soeharto ramalkan kondisi Indonesia tahun 2020, sudah diingatkan tahun 1995, sudah mulai terbukti? (instagram/tututsoeharto) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Sebuah video pidato Presiden kedua RI Soeharto 25 tahun silam sedang menjadi perbincangan.

Bukan sekadar video, dalam pidatonya Soeharto membicarakan prediksi kondisi Indonesia ke depan.

Padahal saat itu diketahui video tersebut diambil pada tahun 1995.

Diketahui video tersebut diambil saat temu wicara Presiden Soeharto pada acara Pencanangan Gerakan Nasional Pelestarian dan Pengamalan Nilai Kepahlawanan di Surabaya, pada 23 November 1995 silam.

Dalam cuplikannya Soeharto menyampaikan prediksi bila Indonesia harus mempersiapkan kader bangsa.

Kader bangsa tersebut disiapkan bukan saja untuk membangun negeri tetapi juga menghadapi segala cobaannya.

Cara Mendaftar SBMPTN 2020 Dimulai Tanggal 2 Juni, Perhatikan Hal Berikut Ini

Striker Atletico Madrid, Diego Costa Terancam Kurungan Penjara 6 Bulan

Keracunan Miras Dioplos HS, Pemuda Dirawat Dengan Prosedur Covid-19, Keluarga Enggan, Akhirnya Tewas

Untuk Penanggulangan Covid-19 Indonesia Harus Berhutang Rp 3,6 Triliun

Salah satu yang harus dipersiapkan itu di antaranya adanya liberalisasi.

Kala itu Soeharto mengatakan nantinya di tahun 2020 bangsa Indonesia akan menghadapi liberalisasi.

Maksud liberalisasi itu adalah adanya perdagangan bebas di dunia.

Terhitung pada saat itu, menurutnya artinya selama 25 tahun lagi Indonesia sebagai negara berkembang harus siap.

Demikian menurutnya, anak-anak atau pelajar sedia kala harus sudah dipersiapkan.

Para pelajar itulah sebagai bibit, ditanamkan untuk mencintai tanah air.

Dalam hal ini, kata Soeharto, termasuk mencintai produk negeri.

Bila dalam rangka mempersiapkan kompetisi persaingan dengan bangsa lain masih kurang dan tak sempurna.

Maka, kata Soeharto, untuk menghadapi persaingan itu hanya ada satu kunci.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved