Berita Cilacap
Warga Cilacap dan Kebumen Diminta Waspada, Gelombang Tinggi Diprediksi Hingga Akhir Juni 2020
Warga Cilacap, Kebumen, dan pesisir selatan lainnya di Jawa Tengah di minta untuk tetap waspada.
"Gelombang tinggi ini pengaruh dari adanya pola tekanan rendah di perairan barat Australia, dan memang secara klimatologis gelombang, pada bulan Mei, Juni, Juli, hingga Agustus ini gelombang di barat Sumatera dan selatan Jawa hingga NTT memasuki periode gelombang tinggi," jelasnya.
Selain itu, Andri menambahkan, musim dingin yang sedang berlangsung di Australia juga mempengaruhinya.
"Di Australia saat ini sedang memasuki winter, sehingga angin sedang mengalami peningkatan kecepatan di kawasan tersebut, dan pengaruhnya bisa berdampak ke wilayah selatan Jawa hingga NTT dan perairan barat Sumatera, melalui gelombang swell atau alun," kata Andri.
Untuk diketahui, swell atau alun merupakan gelombang laut yang sumber pembangkitnya terjadi di wilayah lain atau jauh dari lokasi kejadian gelombang tinggi.
Sebelumnya, terjadinya gelombang tinggi disertai angin kencang dan banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia ramai di pemberitaan.
Andri menyebutkan, BMKG mencatat bahwa terdapat periode waktu dengan kejadian gelombang tinggi memang paling sering terjadi di wilayah selatan yaitu pada bulan Mei hingga Juni.
• Jalani Sidang Perdana, Lucinta Luna Didakwa Pasal Berlapis
• Sejak Januari 2020 4 Orang di Kabupaten Tegal Meninggal Karena DBD
• Konsumen Dibunuh Pemilik Bengkel Karena Ngomel-ngomel
• 11 Pejabat Kabupaten Kendal Reaktif Rapid Test Virus Corona
"Sehingga sangat umum terjadi banjir pesisir pada bulan-bulan tersebut," lanjutnya.
Sementara itu, Andri mengatakan, banjir rob tahun ini memang terjadi hampir merata di pesisir selatan.
Menurutnya, banjir rob tersebut menggenangi pesisisr sekitar 30 hingga 50 cm.
"Pada tahun ini kejadian banjir rob hampir merata untuk pesisir selatan."
"Mulai dari Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Banyuwangi hingga ke selatan Bali yang menggenangi pesisir hingga mencapai 30 - 50 cm bergantung pada topografi masing-masing pesisir," ungkapnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gelombang Tinggi Pesisir Selatan Jawa Diprediksi Terjadi hingga Juni, BMKG Ungkap Potensi Bahayanya,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-gelombang-tinggi.jpg)