Virus Corona Semarang

Malam Idul Fitri, 1 Orang Positif Corona Dari Hasil Swab Test Massal di Masjid-Masjid Kota Semarang

Pemerintah Kota Semarang melakukan tes virus corona berupa Rapid Diagnostic Test (RDT) dan swab di sejumlah titik perbelanjaan di Kota Semarang.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Moch Abdul Hakam bersama tenaga medis melakukan tes skrining corona di Pasar Prembaen dan Swalayan Ada, Kota Semarang, Sabtu (23/5/2020). (Istimewa) 

Grafik penurunan jumlah kasus corona berbalik arah sejak 20 Mei 2020 lalu.

Istri Bahar bin Smith Ada di Cilacap, Ingin Jenguk Suaminya di Nusakambangan Tidak Dapat Izin

Kapolda Jatim Ancam Copot Kapolsek yang Tidur Saat Rapat Penanganan Virus Corona

TNI Polri dan Pemkot Semarang Melakukan Patroli Skala Besar Malam Menjelang Hari Raya Idul Fitri

Pemkab Cilacap Tidak Gelar Open House Tahun Ini, Shalat Idul Fitri di Rumah dan Tidak Menerima Tamu

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) sendiri telah menetapkan bahwa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) diperpanjang mulai 25 Mei hingga 7 Juni 2020.

“Kami tahu beberapa hari terakhir ini, masyarakat seolah-olah sudah lupa dengan pandemi."

"Mereka persiapan lebaran baik di jalanan, mall, pasar," ungkapnya usai melakukan rapat keputusan perpanjangan PKM di Kota Semarang, Kamis (21/5/2020) lalu.

“Dengan harapan perlahan kami biasakan warga Kota Semarang memasuki new normal atau hidup berdampingan dengan Covid-19, namun kami belum berani melepas,” pungkas Hendi. (tribunjateng/rez)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved