Berita Artis
Sejarah Marga Latuconsina, Ternyata Disandang Para Raja dan Bermartabat Tinggi di Maluku
Setelah presenter Andre Taulany dan Rina Nose dilaporkan ke polisi karena dianggap menghina marga Latuconsina, kini nama marga itu ramai.
Sehingga wajar bila ada warga Maluku yang bukan marga Latuconsina merasa tersinggung ketika marga itu dilecehkan.
Abidin mengungkapkan, secara umum marga bagi orang Maluku bukan hanya sekedar simbol identitas dan kebanggaan, tetapi juga harga diri sebuah komunitas.
Sebab, marga di Maluku pada prinsipnya lahir dari sebuah gelar yang diberikan.
“Jadi marga ini merupakan identitas kultural orang Maluku, marga mencerminkan nilai kearifan orang Maluku."
• AC Milan Bakal Kehilangan Gianluigi Donnarumma Musim Depan
• Keputusan Gubernur DKI Jakarta, PSBB Dilanjut Sampai 4 Juni
• Jam Operasional Mal Diperpanjang di Solo, Wali Kota: Biar Pengunjung Tidak Berdesakan
• Ibadah Haji Tahun Ini Belum Jelas, Menag: Tunggu Awal Juni, Sesuai Petunjuk Presiden Joko Widodo
"Jadi kalau satu marga disinggung, maka akan ada banyak marga yang ikut tersinggung karena memiliki keterkaitan,” paparnya.
Selain sebagai simbol identitas dan penghargaan, marga di Maluku diyakini sangatlah sakral karena menyangkut asal usul kekerabatan dan juga nasab manusia di Maluku.
“Marga itu mencerminkan nilai kearifan lokal yang sangat agung dan menjadi kekayaan Kebhinekaan kita, sehingga tidak elok jika marga dipermainkan,” katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Marga Latuconsina Ramai Diperbincangkan, Ternyata Disandang Raja, Martabatnya Sangat Tinggi",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/prilly-juri-imaa-2020.jpg)