Senin, 27 April 2026

Berita Nasional

Lima Petugas TNMB Dilarikan ke Rumah Sakit, Buntut Aksi Anarkis Massa di Banyuwangi

Kerusakan parah terlihat di Kantor Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Sarongan dan Rajagwesi, Kabupaten Banyuwangi pada Rabu (13/5/2020).

Editor: deni setiawan
ANTARA/ HO - TNMB
Rumah dinas dan kendaraan TNMB di Seksi PTN Wilayah I Sarongan Banyuwangi yang dirusak massa pada Rabu (13/5/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUWANGI - Kerusakan parah terlihat di Kantor Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Sarongan dan Rajagwesi, Kabupaten Banyuwangi pada Rabu (13/5/2020).

Setidaknya pula ada lima petugas TNMB terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka setelah aksi anarkis massa tersebut.

Kepala Sub-Bagian Tata Usaha TNMB, Khairun Nisa mengatakan, kasus perusakan oleh massa itu telah dilaporkan ke polisi.

Tanpa Disadari Astronom, Ada Asteroid Posisinya Lebih Dekat dengan Bumi

Mike Tyson Dituding Sekadar Cari Uang Bila Kembali Bertinju

Sudah Bisa Dilakukan Sekarang, Token Listrik Gratis Mei 2020, Simak Dua Cara Cepat Mengaksesnya

Tol Yogyakarta-Cilacap, Pemkab Minta Exit Tol Patimuan Dialihkan ke Kedungreja

"Kami sudah melaporkan kasus perusakan dan penganiayaan itu kepada Polres Banyuwangi."

"Kami juga telah melapor ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK)," katanya seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (15/5/2020).

Khairun menjelaskan, aksi anarkis tersebut berawal dari informasi dari masyarakat terkait dugaan adanya perburuan liar di kawasan TNMB, pada Senin (11/5/2020).

Setelah itu, petugas pun menindaklanjuti informasi tersebut dengan menggelar patroli.

"Petugas kemudian melakukan patroli di wilayah kerja Resort Sukamade dan menjumpai sepeda motor yang dikendarai dua orang."

"Sehingga petugas menghentikan mereka untuk diperiksa barang bawaannya pada Senin (11/5/2020) malam," ungkapnya.

Petugas akhirnya mengamankan satu orang, dan satu orang lainnya berhasil kabur.

Petugas lalu membawanya ke Polsek setempat untuk diproses hukum.

Beberapa hari setelah penangkapan itu, warga diketahui menemukan sesosok mayat yang mengapung di Sungai Sukamade pada Rabu (13/5/2020) sekira pukul 10.00.

"Dengan adanya temuan mayat itulah, kemudian beredar isu-isu di masyarakat yang menyebabkan massa berbondong-bondong mendatangi kantor seksi."

"Hingga terjadi aksi anarkis yang menyebabkan kerusakan aset hingga melukai petugas," katanya.

Seperti diketahui, aksi massa membuat beberapa bangunan di Sarongan dan Rajegwesi, rusak, antara lain bangunan kantor seksi, rumah dinas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved