Breaking News:

Berita Viral

Tenaga Medis Tidak Jujur, Pulang Jadi Relawan di Jakarta Buka Praktik Mandiri Warga Diisolasi

Jika sebelum-sebelumnya pasien corona yang sering tidak jujur, hingga membuat penyebaran tidak terbendung.

Editor: Rival Almanaf
AFP/PAOLO MIRANDA
Sekelompok perawat mengenakan pakaian pelindung diri saat pergantian shift mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Kamis (12/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Jika sebelum-sebelumnya pasien corona yang sering tidak jujur, hingga membuat penyebaran tidak terbendung.

Lain halnya kasus di Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, di sana justru tenaga medis yang tidak jujur hingga menyebabkan pasiennya kelimpungan.

Seorang tenaga medis asal Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, dijemput petugas Sigesit 119 sebuah layanan kesehatan yang dikelola Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (7/5/2020) dini hari untuk dikarantina.

Hal itu membuat tetangganya menduga bahwa tenaga medis ini positif corona sepulang menjadi relawan kesehatan di Jakarta.

Pembagian Bansos Ricuh, Kantor Desa Dirusak Warga

UPDATE Kasus Corona di Kabupaten Tegal, Satu Pasien Positif Covid-19 dan Dua PDP Meninggal Dunia.

Fakta Baru Pembunuhan Mayat Dalam Kardus, Pelapor Pertama Justru Diduga Sebagai Pelaku

Polisi Ungkap Fakta Lain Misteri Surat Cinta Mayat Wanita dalam Kardus, Bujuk Orang Lain Mengaku

Anehnya, sepulangnya dari Jakarta yang masuk sebagai zona merah corona, tenaga medis itu bukannya isolasi mandiri 14 hari, tapi malah sempat buka praktik kesehatan di rumahnya dan berinteraksi dengan beberapa warga sekitar yang berobat ke apoteknya.

Penuturan Yusup (27), salah seorang tetangganya, mengatakan jika ia melihat petugas yang menjemput tenaga medis itu mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Warga sekitar yang ramai menyaksikan proses penjemputan itu kemudian jadi khawatir dan resah.

Soalnya sebelum dijemput petugas, tenaga medis itu sempat banyak berinteraksi dengan masyarakat setempat di tempat praktiknya.

"Saat subuh, warga mulai ramai. Warga mendapat info kalau dia (warga yang dijemput) positif Covid-19," jelas dia kepada wartawan, Jumat (8/5/2020) pagi.

Menurut Yusup, berdasarkan informasi warga lainnya, tenaga medis itu sempat menjalani tes swab massal di Jakarta namun hasilnya belum keluar.

Tenaga medis itu pun pulang ke Tasikmalaya dengan dalih akan mengisolasi diri secara mandiri di rumahnya.

Namun, sebelum dijemput petugas medis berpakaian APD lengkap, dia sempat beberapa hari membuka praktik medisnya dengan banyak masyarakat yang berobat.

"Banyak warga yang periksa di apoteknya. Balita juga ada sempat periksa di sana," ujar Yusup.

Warga pun mengisolasi diri Dodi (41) tetangganya lainnya mengatakan, pasien yang dijemput petugas berpakaian APD lengkap itu dibawa ke Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama (SMC) di Kabupaten Tasikmalaya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved