Teror Virus Corona

Sempat Berstatus Nol Kasus Covid-19, Brebes Mendadak Berzona Merah

Bertahan tidak lama sebagai daerah nol corona, Brebes kini dinyatakan pemerintah setempat sudah menjadi zona merah.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
DOKUMENTASI - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan keterangan update tentang pasien positif corona di Jawa Tengah, di Puri Gedeh Semarang, Rabu (18/3/2020) petang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kabupaten Brebes sempat mencatatkan rekor dengan daerah satu-satunya di Jawa Tengah yang tidak ditemukan kasus positif corona ( Covid-19).

Bertahan tidak lama sebagai daerah nol corona, Brebes dinyatakan pemerintah setempat sudah menjadi zona merah.

Itu lantaran ditemukannya kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Update Corona Cilacap, 6 Mei: 80 PDP Negatif, 1.386 Selesai Pantau

Ombudsman Soroti Netralitas ASN Disdikbud Purbalingga, Siti Farida: Mirip Kasus di Sukoharjo

KABAR GEMBIRA, PDAM Kota Tegal Beri Diskon Tagihan Air Selama Dua Bulan, Simak Ketentuan Ini

Bantuan Warga Terdampak Covid-19 Belum Ada yang Cair, Pemkab Purbalingga: Masih Pendataan

Pada kasus pertama yang diumumkan Pemkab Brebes, Selasa (5/5/2020), ada satu orang warga yang dinyatakan positif corona dari hasil swab PCR.

Kemudian, pada pengumuman kedua, Rabu (6/5/2020) ini, tidak tanggung-tanggung, ada sebanyak 15 warga Kota Bawang ini yang terpapar virus corona.

Sehingga total ada 16 warga Brebes berstatus pasien positif corona.

Semuanya merupakan klaster Gowa.

Mereka adalah alumni Ijtima Ulama Dunia Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan.

"Pada 4 Mei 2020 kami kirimkan 50 spesimen swab untuk diperiksa laboratorium PCR."

"Yang sudah keluar 41. Rincinya 20 spesimen transmisi lokal dinyatakan negatif."

"21 dari klaster Gowa, 16 positif dan 5 negatif," kata Bupati Brebes, Idza Priyanti kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (6/5/2020).

Mengetahui ada kasus positif corona, Pemkab Brebes akan menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) seperti halnya yang dilakukan Pemkot Semarang.

PKM direncanakan dilakukan mulai Kamis (7/5/2020) hingga 28 hari ke depan.

"Langkah pemerintah untuk mencegah penyebaran dengan menerapkan PKM, bukan PSBB."

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved