Breaking News:

Berita Banyumas

Banyak Perantau Lolos Mudik, Penghuni GOR Satria Purwokerto Membludak, 207 Orang Dikarantina Massal

Banyak Perantau Lolos Mudik, Penghuni GOR Satria Purwokerto Membludak, Bupati Banyumas Achmad Husein: saat ini 207 Orang Dikarantina Massal

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: yayan isro roziki
Istimewa
Bupati Banyumas, Achmad Husein, saat meninjau pemudik yang di karantina massal di GOR Satria Purwokerto. 

Saat ini tempat karantina massal GOR Satria Purwokerto terdapat 207 pemudik, yang menjalani isolasi. Terdiri dari laki-laki 177 orang dan perempuan 30 orang.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Larangan mudik 2020 sudah diberlakukan. Namun, faktanya masih banyak perantau yang nekat mudik dan lolos hingga berhasil pulang ke kampung halaman.

Di Banyumas, hingga Rabu (6/5/2020), setidaknya terdapat 207 pemudik dari berbagai kota, yang berhasil lolos sampai kampung halaman.

Meski berhasil lolos sampai Banyumas, mereka terpantau Gugus Tugas Covid-19, dan kini 207 pemudik tersebut harus menjalani karantina massal di GOR Satria Purwokerto.

207 pemudik itu terdiri dari laki-laki 177 orang dan perempuan 30 orang.

Buka Dapur Umum di GOR Satria Purwokerto, Wabup Banyumas: Untuk 207 Pemudik yang Dikarantina

Bantai Satu Keluarga karena Warisan, 3 Jagal Sadis Banyumas Dihukum Penjara Seumur HIdup

Ombudsman Soroti Netralitas ASN Disdikbud Purbalingga, Siti Farida: Mirip Kasus di Sukoharjo

Polemik Bantuan Berlabel Foto Bupati Purbalingga, Ombudsman RI: Berpotensi Penyalahgunaan Wewenang

Saat ini, para pemudik laki-laki menempati gedung futsal, sementara bagi perempuan menempati gedung Sasana Krida.

Namun demikian karena jumlah laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, maka Bupati Achmad Husein meminta agar gedung serba guna lapangan bulutangkis juga dipersiapkan.

"Gedung serbaguna itu nantinya untuk putri, karena jumlah laki-laki lebih banyak. Jadi nantinya yang putra akan menempati dua gedung, yaitu di lapangan futsal dan gedung Sasaran Krida," ujar Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, kepada TribunBanyumas.com, Rabu (6/5/2020).

Selain menyediakan tempat karantina massal di Gor Satria Purwokerto, pihaknya juga telah meminta desa untuk ikut langsung dalam penanggulangan Covid-19.

Salah satunya adalah penggunaan Dana Desa, semisal untuk mempersiapkan fasilitas karantina lokal.

Diketahui bahwa para pemudik itu lolos karena menggunakan jasa travel-travel gelap yang biasanya berisi 4 orang dan melalui jalur-jalur tikus.

"Mereka berangkat dari area Jabodetabek setelah isya, sehingga sampai di Banyumas itu sebelum subuh," ungkap Sadewo.

Namun sekarang jalan-jalan tikus itu saat ini sudah dijaga oleh Polantas dengan memberdayakan warga setempat.

"Di samping itu, orang masuk Banyumas yang tidak memakai masker akan kita suruh balik lagi, sehingga masuk Banyumas harus pakai masker," tandasnya. (TribunBanyumas/jti)

Rayakan Kelulusan Dengan Sepeda Motor Tanpa Lampu, Tiga Remaja Lulusan SMK Tewas Tertabrak Truk

Gara-gara Tak Bisa Masak Istri Disekap Suami, Setahun Tak Keluar Rumah, Kabur Loncat Atap Toilet

Bupati Banyumas: Silakan WhatsApp Saya Bila Ada Bansos Salah Sasaran, Ini Nomornya

Heboh Petugas Bandara YIA Meninggal karena Didorong Kuntilanak, Polisi Beberkan Faktanya

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved