Berita Semarang
Waspada 4 Retail Modern Di Semarang Kedapatan Jual Makanan kadaluwarsa
Empat retail modern di Kota Semarang kedapatan menjual sejumlah makanan kaleng dalam kondisi rusak dan kadaluwarsa selama awal bulan Ramadan tahun ini
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Empat retail modern di Kota Semarang kedapatan menjual sejumlah makanan kaleng dalam kondisi rusak dan kadaluwarsa selama awal bulan Ramadan tahun ini.
Temuan dalam rangka inspeksi rutin itu dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang sejak 27 April 2020 hingga kini, Selasa (5/5/2020).
Kepala BBPOM Semarang, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menerangkan, temuan tersebut didapatkan saat petugasnya menyisir sejumlah tempat untuk mengecek berbagai kebutuhan pokok yang dijual selama Ramadan.
• Bahaya Mudik Itu Nyata, 7 Dari 8 Orang Rombongan Mudik ke Cilacap Positif Corona
• Kisah Penjual Bakso di Kebumen yang Hasilnya untuk Beli Sabu
• Meguak Sosok Youtuber Ferdian Paleka yang Ternyata Belum Satu Tahun Buat akun Youtube
• Didi Kempot Meninggal Dunia, Narapidana di Rutan Salatiga Gelar Doa Bersama
"Dari 12 retail modern yang kita sambangi, empat lokasi di antaranya ternyata menjual 24 produk makanan yang ternyata kondisinya sudah kedaluwarsa. Ada juga yang kaleng makanannya penyok-penyok dan rusak," kata Ary, sapaannya, dalam siaran pers secara onlinenya kepada Tribunjateng.com, Selasa (5/5/2020).
Ary menjelaskan, inspeksi makanan rutin selama Bulan Ramadhan dilakukan karena konsumsi masyarakat biasanya meningkat untuk kebutuhan berbuka puasa maun persiapan jelang hari raya idul fitri.
Dia menambahkan, inspeksi itu akan dilakukan dari 27 Apri 2020 sampai 22 Mei 2020 dalam empat tahap.
"Inspeksi diprioritaskan pada bagian hulu rantai distribusi pangan seperti importir, distributor, hypermarket, supermarket, toko, pasar tradisional maupun penjual parcel, untuk memantau beredarnya produk-produk Tanpa Ijin Edar (TIE), kedaluwarsa, kemasan pangan rusak, maupun pangan mengandung bahan berbahaya," sambungnya.
Terkait temuan empat retail modern yang kedapatan menjual produk tidak layak konsumsi, pihaknya mengaku langsung menegur pengelola.
Sebab, dia bahkan menemukan, terdapat kondisi makanan yang dijual terbungkus alumunium foil dengan keadaan rusak berat.
Lebih lanjut, ia pun memerintahkan kepada pengelola retail untuk memusnahkan bahan makanan yang tak layak dikonsumsi.
Ary menduga kuat pengelola retail lalai sehingga membuat makanan rusak masih beredar selama bulan puasa.
"Indikasi kita mengarah pada kelalaian pengelola tokonya. Makanya kita imbau masyarakat agar teliti cek izin edar dan izin label makanannya.
Saat kondisi ramadan seperti saat ini, justru yang paling rawan ada di mal-mal besar," terangnya.
• Hotline Khusus Aduan Masyarakat Jika Ada Data Salah Sasaran Bansos di Banyumas, Ini Nomornya
• Viral Video TikTok Mama Muda Shalat Sambil Joget Dugem, Minta Maaf Setelah Ditangkap Polisi
• Usai Sumbang Gaji Setahun, Wabup Kebumen Sumbang 10 ton Beras untuk Warga Terdampak Wabah
• Malam Tidak Mengeluh Sakit Paginya Didi Kempot Meninggal Dunia, Ini Riwayat Sakitnya
Selain bahan pangan, petugas BPOM juga menelisik makanan takjil yang beredar di pasar-pasar tradisional. Hasilnya, kata Ary, semuanya dinyatakan aman dikonsumsi atau negatif mengandung bahan berbahaya.
"Dari uji sampel acak yang kita lakukan, 25 takjil yang dijual di beberapa lokasi dinyatakan aman dikonsumsi.
Karena tidak ada kandungan formalin, borak, rodamin B dan zat berbahaya lainnya.
Saya menekankan kepada para penjual takjil untuk tidak berbuat curang dengan menjual makanan yang mengandung zat berbahaya," pungkas Ary. (Tribunjateng/gum).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/petugas-bbpom-semarang-melakukan-inspeksi-rutin-bahan-pangan.jpg)