Teror Virus Corona
Kabar Baik! BPPT Produksi Alat Rapid Test dalam Negeri, Kapasitas 50.000 Per Bulan
Kabar Baik! BPPT Produksi Alat Rapid Test dalam Negeri, Kapasitas 50.000 Per Bulan
Uji swab menjadi langkah verifikasi guna memastikan seseorang positif atau negatif Covid-19.
Pedoman Uji Coba Vaksin
Sementara itu, sejumlah ilmuwan mengklaim telah menemukan vaksin virus corona.
Mereaksi hal tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) berencana mengeluarkan pedoman tentang penggunaan uji coba vaksin tersebut pada manusia.
Rencananya, pedoman tersebut akan dikeluarkan pada bulan ini, seperti dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Senin (4/5).
Juru bicara WHO, Margaret Harris, mengatakan badan kesehatan PBB berencana mengeluarkan pedoman tentang penggunaan manusia dalam uji coba vaksin dalam beberapa minggu ke depan.
Tekanan terhadap upaya pengembangan vaksin untuk penyakit Covid-19 ini semakin meningkat.
Oleh karenanya, beberapa ilmuwan dan aktivis mengadvokasi penggunaan human challenge trials (HCT).
Para sukarelawan berusia muda dalam uji coba ini, dengan sengaja diinfeksi virus untuk menguji kemanjuran kandidat vaksin yang dikembangkan.
Uji coba ini diklaim akan mempercepat pengembangan vaksin virus corona, namun implikasi etis dan medis dari penggunaan metode ini masih dikhawatirkan.
Para ilmuwan telah menggunakan uji coba tantangan manusia ini di masa lalu, terkait influenza, malaria, demam berdarah, kolera dan demam tifoid.
• Didi Kempot Meninggal karena Serangan Jantung, akan Dimakamkan di Ngawi
• Wali Kota Solo Rudy Terkejut Didi Kempot Meninggal Dunia: Kemarin Sore Masih Telponan Sama Saya
• Cerita Pemilik Saham dan Dirut Perusahaan Lolos Kartu Prakerja: Program Tak Jelas, Tak Tepat Sasaran
• Viral Video Bocah Perempuan Menangis di Depan Gerbang Sekolah Malam Hari: Selma Kangen Sekolah
Nasihat resmi yang dikeluarkan WHO pada tahun 2016 lalu, menyatakan jenis percobaan ini hanya dapat dipertimbangkan jika tidak ada terapi efektif lain yang tersedia untuk mengobati penyakit dan mencegah kematian.
Namun, pedoman etika yang ada untuk penelitian terkait dengan manusia yang dikeluarkan oleh Council for International Organisations of Medical Sciences dan WHO pada 2016 lalu juga menghalangi HCT dari berbagai penyakit dengan tingkat morbiditas tinggi, seperti Ebola dan antraks.
Di tengah pandemi Covid-19 ini, Peter Smith, profesor di London School of Hygiene and Tropical Medicine, menilai semestinya pembatasan seperti itu tidak berlaku, terutama jika hanya sukarelawan muda yang sehat yang direkrut.
"Ebola sangat mematikan dan sampai saat ini tidak ada perawatan yang efektif, meski ada perawatan untuk mengurangi angka kematian yang tinggi, tetapi tidak menghilangkannya," jelas Smith.
Kendati demikian, Covid-19 memiliki risiko penyakit serius dan kematian yang sangat kecil pada orang dewasa muda.
Sehingga, kata dia, risiko ini sangat berbeda jika dilakukan pengujian untuk kasus Ebola. (kpc/tribun network)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/rapid-test-mulai-digelar-hari-ini-simak-kriteria-prioritasnya.jpg)