Berita Banyumas

61 Pemudik Terjaring Razia di Perbatasan Banyumas, 2 Orang Langsung Dikarantina di GOR Satria

61 Pemudik Terjaring Razia di Perbatasan Banyumas, 2 Orang Langsung Dikarantina di GOR Satria

Istimewa
Kondisi check point / posko pengamanan pemudik di Kecamatan Tambak, Banyumas pada Senin (4/5/2020). Pada Senin, 61 pemudik terjaring petugas, 2 di antaranya langsung dikirim ke GOR Satria Purwokerto untuk menjalani karantina. 

"Dari ke 61 pemudik yang terjaring tersebut, 2 orang diantaranya langsung diantar ke tempat karantina-massal' title=' karantina massal'> karantina massal GOR Satria Purwokerto untuk menjalani isolasi, karena berasal dari zona merah Covid-19."

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - 61 orang pemudik terjaring razia di empat posko pengamanan perbatasan yang berada Kecamatan di Tambak, Sokaraja, Wangon dan Ajibarang, pada Senin (4/5/2020).

Jumlah tersebut kemungkinan masih bisa bertambah, sebab ditengarai ada pemudik menggunakan kendaraan baik dengan travel maupun mobil carter memanfaatkan sejumlah jalur tikus atau alternatif.

Karena itu, Bupati Banyumas Achmad Husein, menginstruksikan jajarannya untuk mengawasi jalur alternatif atau jalan tikus yang ada di wilayahnya.

Di antaranya jalan tikus tersebut, misalnya dari arah barat melalui Krajan maupun Banjaranyar.

Lalu, dari arah Selatan melewati Dermaji, Gumelar kemudian Kracak Ajibarang, dan dari arah Timur melewati Padamara.

Video Kesan Penghuni Pertama Tempat Karantina Massal Pemudik di Gor Satria Purwokerto

UPDATE Virus Corona Cilacap, Senin 4 Mei - 20 Kasus Positif Covid-19, 17 PDP Meninggal Dunia

Peti Mati untuk Jenazah Covid-19 Susah Didapat, Bupati Banjarnegara: Kita Bikin Sendiri

BREAKING NEWS: Wanita 68 Tahun PDP Corona Asal Adipala Cilacap Dinyatakan Positif Covid-19

Kepala Dinas Perhubungan, Agus Nurhadi mengatakan jika angka kepulangan hari ini terbilang meningkat, karena mencapai 61 orang.

"Sebelumnya 37, sebelumnya 43 orang," katanya kepada Tribun Banyumas.com, usai rapat di Pendopo Sipanji sebagaimana dalam rilis, Senin (4/5/2020).

"Dari ke 61 pemudik yang terjaring tersebut, dua diantaranya langsung diantar ke GOR Satria Purwokerto," sambungnya.

Posko Gabungan yang terdiri dari Polri, TNI dan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas itu memantau orang yang masuk Banyumas.

Tujuannya adalah untuk screening dengan menanyai tujuan dan berasal dari mana.

Apabila mereka ber-KTP Banyumas dan akan masuk wilayah Banyumas, maka tim akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Desa dan RT untuk melakukan pemantauan.

Apabila berasal dari zona merah mereka diarahkan ke tempat karantina-massal' title=' karantina massal'> karantina massal di GOR Satria Purwokerto.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengintruksikan agar Gugus Tugas Desa melakukan pengawasan terutama yang menjadi jalur alternatif. 

Supaya para pemudik terdata dan mudah dalam pengawasannya.

"Apabila memungkinkan Gugus Tugas Desa yang biasa untuk jalan alternatif, bisa untuk melarang mobil luar kota yang akan masuk desanya," kata Bupati.

Sehingga dengan kesadaran dan kearifan lokal tersebut, akan lebih diperhatikan oleh orang yang lewat.

Sementara itu, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Whisnu Caraka, mengatakan agar benar-benar memanfaatkan Gugus Tugas Desa karena lebih terasa bersahabat.

"Mereka gugus tugas mesti dimanfaatkan karena keterbatasan personel baik Polri, TNI maupun Dinas Perhubungan," pungkasnya. (Tribun Banyumas/jti)

Bayar Rp2 Juta untuk Sembunyikan Mobil di Truk, Upaya Mudik ke Lampung Gagal di Pelabuhan

Jahe Merah dan Minyak Kelapa Murni untuk Atasi Covid-19, Kemenristek/BRIN: Sedang Uji Klinis

Video Wanita Paruh Baya Asal Adipala Cilacap Dinyatakan Positif Corona

Instruksi Presiden Jokowi Bansos - BLT Wajib Disalurkan Pekan Ini, Data Penerima Harus Transparan

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved