Virus Corona Semarang

20 Orang Warga Dusun di Semarang Jalani Rapid Test Setelah Dapat Tamu Pasien Positif Corona

Dinas Kesehatan (Dinkes Kabupaten Semarang) menginformasikan semua warga di Dusun Jurug, Wates, Getasan, Kabupaten Semarang dites kesehatannya.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: Rival Almanaf
((ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya))
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020). Tes tersebut diperuntukan bagi peserta Seminar Anti Riba yang berlangsung di Babakan Madang Kabupaten Bogor pada 25-28 Februari 2020, dimana dua orang peserta seminar tersebut meninggal dunia di Solo Jawa Tengah akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Dinas Kesehatan (Dinkes Kabupaten Semarang) menginformasikan semua warga di Dusun Jurug, Wates, Getasan, Kabupaten Semarang dites kesehatannya, terkait wabah corona.

Hal tersebut disebabkan ada seorang warga luar daerah yang datang ke dusun Jurug minggu lalu, tetapi kemudian orang dari luar daerah itu diketahui positif mengidap corona.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Semarang, Hasti Wulandari, menjelaskan, pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan untuk menekan kasus corona di Kabupaten Semarang.

Ada Lebih Dari 1000 Kematian Baru Akibat Corona di Wuhan China, Pertanda Gelombang ke Dua?

Cacing-cacing Dalam Jumlah Banyak Keluar dari Tanah di Berbagai Tempat, Begini Kata Ahli

Bukan Penjara, Polisi Kirim Napi yang Baru Bebas Lewat Program Asimilasi Virus Corona ke Akhirat

Sembilan Orang Penambang Emas Tewas Tertimpa Reruntuhan Tambang Ilegal

"Kami melakukan pemeriksaan kesehatan awal kepada warga yang ada di Dusun Jurug Getasan," papar Hasti, Minggu (19/4/2020).

Menurut Hasti, dari pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Semarang di desa tersebut, Sabtu (18/4/2020) kemarin, ada 20 orang yang kemudian diharuskan menjalani rapid test.

"Pemeriksaan awal terkait suhu badan dan adanya gejala awal terpapar corona, selanjutnya diarahkan ke rapid test," papar Hasti.

Selain itu, ia melanjutkan, selain 20 orang tersebut, warga lainnya diminta menjalani pemeriksaan di Puskesmas Getasan Kabupaten Semarang.

"Kami meminta warga yang kedapatan memiliki gejala awal untuk menjalani protokol kesehatan terutama isolasi mandiri 14 hari," jelasnya.

Hasti menjelaskan selama isolasi 14 hari tersebut mereka dipantau oleh tim puskesmas.

"Harapan kami nanti hasil tes semua warga dusun Jurug negatif," jelas Hasti.

Usai Kunjungi Hajatan Pernikahan di Jakarta, Ibu Rumah Tangga Asal Grobogan Positif Corona

Dua Dokter di Yogyakarta Terinfeksi Virus Corona

Peserta Ijtima Ulama di Gowa Asal Banyumas Positif Corona, 192 Lainnya Jalani Rapid Tes, 30 Positif

12 Jam Setelah Dinyatakan Sembuh Dari Virus Corona, Pemudik Asal Jakarta Meninggal Dunia

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menjelaskan warga dusun Jurug merasa was-was setelah adanya warga luar daerah yang menginap di rumah mertuanya di dusun tersebut.

"Informasi yang diterima, orang tersebut berasal dari Magelang. Kemudian yang bersangkutan sempat berinteraksi dengan warga dusun."

"Kemudian informasi yang diterima Dinkes Kabupaten Semarang, orang dari luar daerah tersebut kemudian positif terkena corona," ungkap Ngesti. (Ahm)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved