Senin, 18 Mei 2026

Virus Corona Jateng

Mayoritas Tenaga Medis RSUP dr Kariadi yang Terinfeksi Virus Corona Tidak Layani Pasien Covid-19

Puluhan tenaga medis RSUP dr Kariadi yang tertular virus corona membuat masyarakat terhenyak.

Tayang:
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: Rival Almanaf
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Tim medis melakukan penanganan darurat pasien yang diindikasi terjangkit Virus Corona di Ruang Isolasi Khusus Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi saat simulasi penanganan wabah Virus Corona (nCoV) di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/1/2020). Berbagai simulasi penanganan yang dilakukan oleh RSUP Kariadi bersama Dinas Kesehatan Pemprov Jateng dan sejumlah rumah sakit di Kota Semarang tersebut sebagai antisipasi kesiapsiagaan perangkat medis dalam penanganan wabah Virus Corona tersebut. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan tenaga medis RSUP dr Kariadi yang tertular virus corona membuat masyarakat terhenyak.

Barisan terdepan dalam perang melawan corona itu justru banyak yang sudah terinfeksi.

Namun fakta baru yang diungkap RSUP dr Kariadi juga cukup mengejutkan saat mayoritas tenaga medis yang tertular ternyata justru tidak melayani pasien corona.

Direktur Utama dr Agus Suryanto menyampaikan fakta tenaga medis yang positif covid-19 bukan yang sedang melayani pasien virus corona.

"Jadi faktanya seperti itu. Justru yang positif covid terjadi lebih banyak dokter daripada perawat," ungkapnya kepada Tribun Jateng, Jumat (17/4/2020) kemarin.

Ada 120 Positif Corona, Pemerintah Kota Semarang Belum Berencana Lakukan PSBB, Begini Alasannya

Warga Colomadu Positif Corona, Bupati Karanganyar: Saat Ini Dirawat di Rumah Sakit Daerah Bantul

Dari Hasil Tracing, Begini Kronologi Tertularnya Puluhan Tenaga Kesehatan RSUP dr Kariadi Semarang

Dua Orang PDP Meninggal Dunia, Jubir Covid-19 Pemkab Tegal: Warga Tak Perlu Panik.

Menurutnya, hal itu menjadi perhatian untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

Dia menuturkan, pihaknya tidak bosan untuk selalu memberikan edukasi dan motivasi kepada para dokter.

Mengenai penambahan pasien positif covid-19, Agus menyampaikan, sebagai rumah sakit rujukan, RSUP dr Kariadi merawat pasien dengan kondisi klinis berat dan sangat berat.

"Sehingga kemungkinan positifnya adalah sangat tinggi."

"Kasus-kasus covid ini pada kadar-kadar tertentu memang sulit untuk dipisahkan atau disingkirkan apakah ini covid-19 atau bukan," ungkapnya.

Menurutnya, keadaan ini dilema. Kalau pasien itu positif maka pasien lain juga akan masuk menjadi PDP.

"Oleh karena itu, maka kami memperkuat screening di depan.:

"Screening itu dengan memberdayakan beberapa dokter spesialis untuk mengidentifikasi covid-19 atau bukan," tuturnya.

Mengenai kemungkinan penambahan pasien positif siginifikan atau tidak, Agus menyampaikan tidak bisa menjelaskan hal tersebut.

Kapan Kelanjutan Seleksi CPNS di Tengah Pandemi Corona? Ini Jawaban BKN

Kumpulan Berita Pasien Corona Berbohong dan Sebabkan Tenaga Medis Tertular di Berbagai Daerah

Sempat Gegerkan Warga, Perempuan Tegeletak di Pinggir Jalan di Cilacap Ternyata Bukan Karena Corona

Jadwal Acara TV 18 April 2020, Trans TV, RCTI, Indosiar, ANTV, GTV, dan MNC TV, SCTV

"Namun kalau melihat kasus secara nasional masih terus bertambah dan meningkat."

"Jadi, kita harus tetap waspada dan tentunya kita semua unsur harus hati-hati dan tetap menjaga jarak agar tidak terjadi penularan," ajaknya.

Dia mengungkapkan, rumah sakit yang dia pimpin itu mempunyai jumlah dokter sebanyak 310 orang.

"Untuk tenaga medis dan nonmedis, pihak rumah sakit sudah punya regulasi terkait pelayanan inti dan noninti terkait pelayanan covid-19," ucapnya. (kan)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved