Sabtu, 25 April 2026

Teror Virus Corona

New York Mulai Gali Kuburan Massal, Tercatat Kasus Virus Corona Tertinggi di Dunia

Jumlah kasus Covid-19 yang dilaporkan New York yakni 159.937 kasus, seusai tambahan 10.000 kasus pada Kamis (9/4/2020).

Editor: deni setiawan
LUCAS JACKSON/REUTERS
Gambar yang diambil dari drone menunjukkan pekerja sedang menggali kuburan massal di Hart Island, New York, untuk memakamkan para korban meninggal akibat virus corona. Foto diambil pada 9 April 2020. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, NEW YORK CITY - Sebuah negara bagian di Amerika Serikat, New York mencatatkan diri sebagai wilayah dengan kasus virus corona (Covid-19) terbanyak.

Tak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga apabila dibandingkan dengan negara lain di seluruh dunia.

Jumlah kasus Covid-19 yang dilaporkan New York yakni 159.937 kasus, seusai tambahan 10.000 kasus pada Kamis (9/4/2020).

Seluruh Provinsi di Indonesia Kini Sudah Terpapar Virus Corona

Pemkab Banjarnegara Siapkan Lahan 1 Hektare, Makamkan Jenazah Pasien Virus Corona

Apapun Bisa Disulap Jadi RS Darurat Covid-19, Ganjar: Terpaksanya Tenda Bisa Digunakan

Grup Medsos Antar Profesi Paling Rentan Disusupi Informasi Hoaks, Pakar IT: Juga Cepat Tersebar

Angka tersebut lebih tinggi dari dua negara dengan kasus terbanyak Eropa, yakni Spanyol (153.222 kasus) dan Italia (143.626).

New York bahkan jumlah kasusnya lebih banyak dibandingkan China (81.907), tempat virus corona pertama kali muncul.

Sementara itu AS secara keseluruhan telah mencatatkan 468.895 kasus dengan hampir 16.700 korban meninggal dunia.

Namun untuk jumlah korban meninggal, Italia masih menjadi negara terbanyak dengan 18.279 jiwa, diikuti AS (16.697), dan Spanyol (15.447).

New York mencatatkan sekira 7.000 korban meninggal, lebih rendah dari Italia dan Spanyol.

Tetapi dua kali jumlah korban meninggal yang ada di China (3.336).

Kuburan massal

Banyaknya korban berjatuhan di New York membuat pemerintah setempat langsung menggali kuburan massal.

Lokasi yang dipilih adalah di Pulau Hart di luar Bronx.

Dimana itu adalah tempat yang telah digunakan selama lebih dari 150 tahun oleh pejabat kota.

Yakni sebagai situs pemakaman massal bagi orang-orang yang tidak memiliki kerabat dekat atau yang keluarganya tidak mampu membayar biaya pemakaman.

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (10/4/2020), foto-foto telah bermunculan menunjukkan para pekerja dengan baju hazmat mengubur peti mati di kuburan massal New York City.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved