Teror Virus Corona
Kedua Warga Cilacap Positif Corona Miliki Riwayat Perjalanan dari Lembang Bandung, Ini Kata Bupati
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Cilacap memperoleh kabar kurang menyenangkan, Minggu (5/4/2020) petang.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: deni setiawan
Jangan Pulang Dahulu
Imbauan untuk tidak pulang terlebih dahulu bagi para perantau juga dipertegas Dandim 0703 Cilacap, Letkol Inf Wahyo Yuniartoto.
Hal itu disebabkan jumlah ODP di Kabupaten Cilacap yang terus bertambah banyak.
Dikhawatirkan, dengan derasnya perantau pulang kampung dapat menimbulkan lonjakan pasien virus corona.
Imbauan yang disampaikan melalui video itu, Dandim Cilacap juga berbicara dengan warga Cilacap yang berada di perantauan menggunakan bahasa ngapak.
"Inyong weling maring rika kabeh. Percaya bae ning kana. Donga dinunga. Orak usah bali."
"Sing penting jaga kesehatan. Mbok mengko malah bali nulari penyakit ning kene kabeh," kata Letkol Inf Wahyo.
Imbauan untuk perantau agar jangan pulang ke kampung coba terus digencarkan.
Termasuk dengan berbagai cara agar bisa mengetuk hati para perantau.
Letkol Inf Wahyo Yuniartoto yang berasal dari Kabupaten Purbalingga menyampaikan imbauan sengaja tidak menggunakan bahasa Indonesia, melainkan bahasa ngapak.
"Harapan kami dengan menggunakan bahasa ngapak, banyak perantau yang mematuhi imbauan tersebut," kata Dandim Cilacap.
Sementara itu dari hari ke hari, jumlah perantau yang pulang kampung terus bertambah.
Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap Farid Ma'ruf mengatakan, sampai Jumat (3/4/2020) sekira pukul 22.00, jumlah perantau yang pulang kampung ke Cilacap sudah ada 30.948 orang.
Tiga kecamatan yang memiliki jumlah perantau yang pulang kampung terbanyak adalah Kecamatan Sidareja berjumlah 2.870 orang.
Disusul Kecamatan Cipari berjumlah 2.777 orang, dan Kecamatan Majenang ada 2.646 orang.