Teror Virus Corona
Kalau Dihadang Warga, Gus Hayat Minta Jenazah Pasien Corona Dimakamkan di Tempatnya
Santri dekat almarhum KH Maemun Zubair itu mengatakan, hukum mengurus jenazah hingga pemakaman bagi umat Islam adalah fardhu kifayah, alias wajib.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Kejadian miris mewarnai proses pemakaman jenazah pasien positif corona (Covid 19) di Kabupaten Banyumas.
Tidak mudah ternyata mengubur jenazah pasien karena beberapa kali mendapat penolakan dari warga sekitar lokasi pemakaman.
Ketakutan berlebihan warga membuat mereka bersikap demikian.
Perasaan sedih yang dirasakan keluarga mungkin tak terkira.
• Awas Beredar Gula Oplosan Rafinasi, Polisi Tangkap Pelaku Asal Mandiraja Banjarnegara
• KABAR BAIK! Dua Pasien Positif Corona RSUD Banyumas Sudah Sembuh
• WHO: Beberapa Hari Lagi, Kasus Terkonfirmasi Virus Corona Capai 1 Juta Orang
• Anak Ngadu Dirudapaksa Pamannya, Sang Ayah Justru Ikut Melampiaskan Nafsu
Pada kasus lain, kepanikan berlebih warga terhadap virus corona bukan hanya melahirkan stigma pada penderita, tapi juga orang-orang terdekatnya.
Tragedi penolakan pemakaman jenazah pasien positif corona itupun menjadi perhatian ulama asal Kabupaten Banjarnegara, KH Khayatul Makky atau akrab disapa Gus Hayat.
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Alif Baa Banjarnegara itu prihatin.
Menurut Gus Hayat, tak semestinya peristiwa itu terjadi di kalangan umat Islam.
Tidak ada yang salah bagi penderita Covid-19 sehingga harus diperlakukan demikian saat meninggal.
Terlebih pasien meninggal adalah umat Islam.
Santri dekat almarhum KH Maemun Zubair itu mengatakan, hukum mengurus jenazah hingga pemakaman bagi umat Islam adalah fardhu kifayah, alias wajib.
Dalam hukum fardhu kifayah, jika tidak ada umat Islam yang menunaikan kewajiban itu, semua akan menanggung dosa.
"Saya prihatin atas kejadian penolakan pemakaman jenazah pasien virus corona."
"Istigfar bagi yang menolak," katanya.
Jika warga lain menolak, Gus Hayat siap menerima jenazah pasien Covid-19.
Dia pun punya lahan yang sangat luas, puluhan hektare.
Lahan itu disiapkan bagi siapapun yang ingin memakamkan jenazah pasien terjangkit virus corona.
Tetapi ia berharap peristiwa itu tidak terulang lagi.
Dia pun meminta bagi umat Islam untuk tidak memerlakukan jenazah seperti itu.
"Saya persilakan tanah seikhlasnya bagi yang mau memakamkan siapapun yang terkena virus corona," katanya.
• Fase Kritis Corona di Indonesia Mulai April, Begini Simpulan Enam Hasil Penelitian Pakar
• Kantor Bupati Banyumas Banjir Karangan Bunga, Admin Info Purwokerto: Kami Dukung Aksi Heroiknya
• Achmad Husein Minta Maaf: Saya Terlambat Edukasi Warga Banyumas, Kondisi Jenazah Pasien Corona
• Info Update Kebumen, Satu Warga Usia 60 Tahun Positif Corona, Sempat Jalani Isolasi Mandiri
Jenazah Dihadang Warga
Sikap yang disampaikan Gus Hayat itu menyikapi insiden jenazah pasien positif corona yang sempat terlantar saat hendak dimakamkan di lingkungan tempat tinggalnya, di Purwokerto.
Terlantarnya jenazah tersebut karena ditolak atau ditentang warga setempat.
Mereka tidak ingin jenazah tersebut dikebumikan di lingkungan mereka.
Jenazah yang baru dikebumikan di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, pada Selasa (31/3/2020) malam juga terpaksa dipindah.
Bupati Banyumas, Achmad Husein bahkan memimpin sendiri pembongkaran makam pada Rabu (1/4/2020).
Hal itu akibat dari adanya penolakan dari warga desa setempat dan desa tetangga.
Yaitu di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Penolakan itu dipicu masih adanya rasa kekhawatiran jenazah masih bisa menularkan virus corona.
"Kami coba turun langsung karena hanya ingin menunjukkan bahwa jenazah tersebut tidak berbahaya," ujar Bupati kepada TribunBanyumas.com, Rabu (1/4/2020).
Ya, jenazah pasien virus corona itu sempat mendapat penolakan di beberapa wilayah.
Seperti di Kecamatan Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan, Patikraja, dan Wangon.
Jenazah adalah pasien positif corona asal Kecamatan Purwokerto Timur.
Pasien meninggal dunia di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto pada Selasa (31/3/2020) pagi.
Berkaca pada hal itu, Bupati Banyumas akan kembali mensosialisasikan secara terus-menerus.
Tujuannya agar masyarakat paham bahwa jenazah pasien virus corona itu bisa dikuburkan di mana saja.
Pemkab Banyumas juga sebelumnya telah menyiapkan tiga lahan sebagai alternatif tempat pemakaman khusus.
Namun sayangnya di ketiga lokasi tersebut ternyata jenazah mendapat penolakan dari warga. (Khoirul Muzakki)
• Ijab Kabul Digelar di Balai Desa, Kondisi Dusun Lockdown di Purbalingga, Pengantin Kenakan Jas Hujan
• Pasien Positif Corona Meninggal di Purwokerto Sempat Membaik, Rekan Saat Outbound Sembuh di Solo
• Sedih Saksikan Insiden Pemakaman Pasien Virus Corona, Ahmad Tohari: Bukan Watak Orang Banyumas
• Dua PDP RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Meninggal, Keduanya Asal Kecamatan Kejobong